PERKEMBANGAN MASA BAYI SAMPAI
MASA KANAK-KANAK AKHIR
A.
Masa bayi
Robert
J. Havinghust (Hurlock, 1990) mengatakan
bahwa tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu
periode tertentu dari kehidupan individu dan jika berhasil akan menimbulkan
fasr bahagia dan membawa keberhasilan dlam melaksanakan tugas - tugas
berikutnya. sebaliknya jika gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan
kesulitan dalam menghadapi tugas - tugas berikutnya. tugas - tugas perkembangan
berikut beberapa di antaranya muncul sebagai akibat kematangan fisik, sedangkan
yang lain berkembang karena adanya aspirasi budaya, sementara yang lainnya
tumbuh dalam berkembang karena nilai - nilai dan aspirasi individu.
·
Perkembangan fisik
1. Berat
Pada usia empat bulan,
berat bayi biasanya bertambah dua kali lipat. Pada usia satu tahun berat bayi
rata-rata tiga kali berat pada waktu lahir atau sekitar 21 pon. Pada usia dua
tahun rata-rata berat bayi Amerika adalah 25 pon. Peningkatan berat tubuh
selama bayi terutama disebabkan karena peningkatan jaringan lemak.
2. Tinggi
Pada usia empat bulan, ukuran bayi antara 23
dan 24 inci; pada usia satu tahun, antara 28 dan 30 inci, dan pada usia dua tanun,
antara 32 dan 34 inci.
3.
Proporsi Fisik
Pertumbuhan kepala berkurang dalam masa bayi,
sedangkan. pertumbuhan badan dan tungkai meningkat. Jadi bayi berangsur-angsur
menjadi kurang berat di atas dan tampak lebih ramping dan tidak gempal pada
masa akhir bayi.
·
Pola Pengendalian
Motorik
1. Pengendalian Mata
Optik nystagmus, atau reaksi mata terhadap rangkaian
benda bergerak dimulai kira-kira dua belas jam setelan lahir, gerakan mata
mencari, antara minggu Ketiga dan keempat: gerakan mata horisontal, antara bulan
kedua dan ketiga: gerakan mata vertikal, antara bulan ketiga dan keempat: dan
gerakan mata berputar beberapa bulan kemudian
2. Tersenyum
Gerak refleks tersenyum,
atau senyum sebagai reaksi terhadap rangsangan perabaan muncul dalam minggu
pertama; senyum sosial atau senyum sebagai reaksi terhadap senyuman orang lain
mulai antara bulan ketiga dan keempat
3. Manahan Kepala
Dalam posisi tengkurap bayi dapat menahan kepala
secara tegak pada usia satu bulan: kalau terlentang. pada lima bulan: dan dalam
posisi duduk, antara empat dan enam bulan
4. Berguling
Bayi dapat berguling samping ke belakang pada
usia dua bulan dan dari tengkurap ke samping pada empat bula: pada usia enam
bulan dapat berguling sepenuhnya.
5. Duduk
Bayi dapat ditarik ke posisi duduk pada usia
empat bulan. duduk dengan dibantu pada usia lima bulan. duduk tanpa dibantu
sebentar pada usia tujuh bulan, dan duduk tanpa bantuan selama sepuluh menit
atau lebih pada usia sembilan bulan
·
Tugas-tugas yang Terlibat
dala Belajar Berbicara
1. Pengucapan
Bayi belajar
mengucapkan kata-kata sebagian melalui coba-coba tetapi terutama dengan meniru
ucapan orang dewasa. Huruf mati dan campuran huruf mati lebih sulit diucapka bayi
daripada huruf hidup dan diftong. Banyak ucapan bayi yang tidak dapat
dimengerti sampai usia delapan belas bulan, setelah itu berangsur-angsur
terjadi kemajuan yang mencolok.
2. Membangun Kosa Kata
Mula-mula bayi belajar
nama-nama orang dan benda, kemudian kata-kata kerja seperti "memberi"
dan "mengambil." Sesaat sebelum masa bayi belajar beberapa kata sifat
seperti "manis" dan "nakal," dan juga beberapa kata keterangan.
Kata depan, kata penghubung dan kata ganti umumnya belum dipelajari sampai awal
masa kanak-kanak. Kosa kata meningkat dengan bertambahnya usia.
3. Kalimat
Kalimat bayi yang pertama muncul antara usia
dua belas dan delapan belas bulan, biasanya terdiri dari satu kata yang
disertai dengan isyarat. Lambat laun kata-kata merambat dalam kalimat, tetapi
isyarat masih banyak digunakan sampai memasuki masa kanak-kanak.
·
Pola Emosional yang Lazim
pada Masa Bayi
1. Kemarahan
Perangsang yang lazim membangkitkan kemarahan
bayi adalah campur tangan terhadap gerakan-gerakan mencoba-cobanya menghalangi
keinginannya, tidak mengizinkannya mengerti sendiri, dan tidak
memperkenankannya melakukan apa yang dia inginkan. Lazimnya tanggapan marah
mengambil bentuk menjerit meronta-ronta, menendangkan kaki, mengibaskan tangan.
dan memukul atau menendang apa saja yang ada di dekatnya. Pada tahun kedua bayi
dapat juga melonjak-lonjak, berguling-guling meronta-ronta dan menahan nafas.
2. Ketakutan
Perangsang yang paling mungkin mermbangkitkan ketakutan
bayi adalah suara keras; orang, barang dan situasi asing. ruangan gelap: tempat
tinggi dan binatang. Perangsang yang terjadi tiba-tiba atau tidak terduga atau
yang tidak lazim bagi bayi biasanya membangkitkan rasa takut juga. Tanggapan
rasa takut yang lazim pada masa bayi terdiri dari upaya menjauhkan diri dari
perangsang yang menakutkan dengan merengek, menangis dan menahan nafas.
3. Rasa Ingin Tahu
Setiap mainan atau barang baru dan tidak biasa
adalah perangsang untuk keingintahuan, kecuali jika kebaruan itu begitu tegas
sehingga menimbulkan ketakutan. Bila rasa takut berkurang, ia akan membuka
mulut, dan menjulurkan lidah. Kemudian, bayi akan menangkap barang yang membangkitkan
rasa ingin tahunya tersebut, memegang, membolak-baiik, melempar, atau memasukkannya
ke mulutnya.
B. MASA KANAK-KANAK
AWAL
Masa kanak kanak dimulai setelah
melewati masa bayiyang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia 2 tahun
sampai saat anak matang secara seksual, yakni kira-kira usia 13 tahun untuk
perempuan dan 14 tahun untuk pria. Secara periode ini (kira-kira 11 tahun bagi
wanita dan 12 tahun untuk pria) terjadi
sejumlah perubahan yang signifikan baik secara fisik maupun psikologis.
Sejumlah ahli membagi masa anak-anak menjadi 2 yakni masa kanak-kanak awal dan
masa kanak-kanak akhir. Masa kanak-kanak awal dimulai dari usia 2 tahun sampai
6 tahun, dan masa kanak-kanak akhir dari usia 6 sampai saat anak matang secara
seksual.
A.
Perkembangan Fisik
Selama masa kanak-kanak pertumbuhan
fisik berlangsung lambat dibanding dengan tingkat pertumbuhan selama masa bayi.
Pertumbuhan fisik yang lambat ini berlangsung sampai mulai munculnya
tanda-tanda pubertas kira-kira 2 tahun menjelang matang secara seksual dan
pertumbuhan fisik bertumbuh dengan pesat. Meskipun selama masa kanak-kanak
pertumbuhan fisik mengalami penurunan, namun keterampilan-keterampilan motorik
kasar dan halus justru berkembang pesat.
1. Tinggi dan berat
Selama masa kanak-kanak awal,
tinggi rata-rata anak bertumbuh2,5 inci dan berat bertambah antara 2,5 sampai
3,5 kg setiap tahunnya. Pada usia 3 tahun tinggi anak sekitar 38 inci dan
beratnya sekitar 16,5 kg. Pada usia 5 tahun tinggi anak mencapai 43,6 inci dan
beratnya 21,5 kg. Ketika anak prasekolah bertumbuh semakin besar, presentasi
pertumbuhan dalam tinggi dan berat berkurang setiap tahun. Selama masa ini,
baik laki-laki dan perempuan terlihat semakin langsing, sementara batang tubuh
mereka semakin panjang.
2. Perkembangan otak
Diantara perkembangan fisik yang
sangat penting selama masa kanak-kanak awal ialah perkembangan otak dan sistem
syaraf yang berkelanjutan. Meskipun otak terus bertumbuh pada masa pada masa
awal anak-anak, namun pertumbuhannya tidak sepesat pada masa bayi. Pada saat
bayi mencapai 2 tahun, ukuran otaknya rata-rata 75% dari otak orang dewasa. Dan
pada usia 5 tahun ukuran otaknya telah mencapai sekitar 90% otak orang dewasa.
Pertumbuhan otak selama masa anak-anak disebabkan oleh pertambahan jumlah dan
ukuran urat syaraf yang berujung didalam dan diantara daerah-daerah otak.
3. Perkembangan motorik
Perkembangan fisik pada masa
anak-anak ditandai dengan berkembangannya keterampilan motorik, baik kasar
maupun halus. Sekitar usia 3 tahun, anak sudah dapat berjalan dengan baik, dan
sekitar usia 4 tahun anak hampir menguasai cara belajar orang dewasa. Usia 5
tahun anak sudah terampil menggunakan kakinya untuk berjalan dengan berbagai
cara, seperti maju dan mundur, jalan cepat dan lamban melompat, memanjat dan
sebaginya. Anak usia 5 tahun juga dapat melakukan tindakan-tindakan tertentu
secara akurat seperti menyembangkan
badan diatas satu kaki, menangkap bola dengan baik,melukis, menggunting kertas dan sebagainya.
B.
Perkembangan Kognitif
1. Perkembangan persepsi
Meskipun persepsi telah
berkembang sejak awal kehidupannya, namun hingga masa kanak-kanak awal
kemampuan atau kapasitas mereka untuk memperoleh informasi masih sangat
terbatas. Anak prasekolah sering
mengalami kesukaran dalam menyatukan tindakan dengan penglihatan ketika
berhadapan dengan stimulus yang membingungkan. Misalnya, anak-anak usia 4 tahun
mungkin dapat melukis sebuah gambar dengan baik, tetapi hanya sepanjang tidak
berbicara. Mereka tidak dapat melakukan pekerjaan sambil berbicara.
2. Perkembangan Atensi
Atensi pada anak telah berkembang
sejak masa bayi. Aspek-aspek atensi yang berkembang selama masa bayi ini
memiliki arti yang sangat penting selama tahun-tahun pra sekolah. Penelitian
telah menunjukan bahwa hilangnya atensi dan pulihnya atensi bila diukur pada 6
bulan pertama masa bayi, berkaitan dengan tingginya kecerdasan pada tahun-tahun
prasekolah meskipun atensi bayi memiliki pengaruh yang besar terhadap
perkembangan kognitif selama tahun-tahun pra sekolah, namun kemampuan anak unuk
memusatkan perhatian berubah signifikan selama tahun-tahun pra sekolah
menyangkut dimensi-dimensi yang lebih menonjol dibandingkan dengan
dimensi-dimensi yang relefan untuk memcahkan masalah atau mengerjakan suatu
tugas dengan baik.
3. Perkembangan bahasa
pada masa ini anak-anak telah
mengalami sejumlah nama-nama dan hubungan antara simbol-simbol. Ia juga dapat
membedakan berbagai benda disekitarnya serta melihat hubungan fungsional antara
benda-benda tersebut. Disamping itu, pada masa ini penguasaan kosakata anak
juga meningkat pesat. Anak mengucapkan kalimat yang makin panjang dan makin
bagus, menunjukan panjang pengucapan rata-rata anak telah memulai menyatakan
pendapatnya dengan kalimat majemuk. Sekali-sekali ia menggunakan kata
perangkai, akhirnya timbul anak kalimat.
C. MASA KANAK-KANAK AKHIR
Sejak
lama kriteria bagi anak untuk dapat diterima di sekolah dasar adalah
“kemasakan”. Bagi Indonesia kriteria umur memegang peran penting. Anak baru
bisa diterima bila ia sudah mencapi umur 7 tahun. Kriteria umur ini sebetulnya
mencakup kriteria lain yang juga berhubungan degakemasakan, yaitu:
1.
Anak harus dapat bekerjasama dalam
kelompok dengan anak-anak lain, yaitu anak tidak boleh masih tergantung pada
ibunya, teman sebaya.
2.
Anak harus dapat mengamati secara
analitis. Ia harus sudah dapat meneganal bagian-bagian dari keseluruhan dan
dapat menyatukan kembali bagian-bagian tersebut. Jadi di sini anak harus sudah
mempunyai kemampuan memisah-misahkan.
3.
Anak secara jasmaniah harus sudah
mencapai bentuk anak sekolah. Petunjuk untuk ini adalah kalau sudah dapat
memegang telinga kiri dengan tangan kanan melalui atas kepala, atau kalau anak
kidal maka tangan kiri harus dapat mencapai telinga kanan melalui kepala.
Inilah yang disebut ukuran filipino (di Nederland hal ini sampa sekarang masih
merupakan ukuran apakah anak sudah “masak sekolah” atau belum).
Dalam memberikan
bimbingan yang lebih baik pada anak dianjurkan untuk memilih istilah “kemampuan
sekolah” daripada “kemasakan sekolah”. Kemasakan menunjukkan pada proses yang
terjadi dari dalam secara spontan, sedangkan mampu sekolah ditentukan oleh
faktor-faktor dari luar seperti lingkungan dan keluarga.
A. Perkembangan
sosial dan kepribadian
Perkembangan sosial dan kepribadian
mulai dari usia pra sekolah sampai akhir masa sekolah ditandai oleh meluasnya
lingkungan sosial. Meluasnya sosial bagi anak menyebabkan anak menjumpai
pengaruh yang sangat besar dalam proses emansipasi. Dalam proses emansipasi dan
individu maka teman-teman sebaya mempunyai peran yang besar. Aspek-aspek
mengenai perkembangan sosial dan kepribadian, yaitu:
a. Interaksi
dengan anak-anak sebaya
Dalam TK dan SD anak mempunyai kontak
yang intensif dengan teman-teman sebaya. Di muka telah dikemukakan bahwa
anak-anak saling mempengaruhi satu sama lain. Anak biasanya berusaha untuk
menjadi anggota suatu kelompok, kelompok semacam ini terdapat dalam Taman
Kanak-kanak.
b. Perkembangan
motivasi prestasi
Setiap tingkah laku tentu mempunyai
motif. Setiap perbuatan dan tindakan mempunyai dasar, mempunyai motif. Salah
satu aspek kepribadian seseorang yang paling banyak diteliti adalah mengenai
motivasi prestasi. Pada umunya perbedaan antara motivasi yang intrinsik dan
eksterinsik. Motivasi intrinsik berarti bahwa sesuatu perbuatan memang
diinginkan karena seseorang senang melakukannya, motivasi ini datang dari dalam
diri orang itu sendiri. Sedangkan motivasi ekstrinsik berarti perbuatan yang
dilakukan atas dasar dorongan atau dipaksa dari luar. Suatu motivasi mempunyai
3 macam unsur:
1. Motif
mendorong terus, memberikan energi pada suatu tingkah laku (merupakan dasar
energetik).
2. Motif
menyeleksi tingkah laku, menentukan arah, apa yang akan dilakukan dan tidak
dilakukan.
3. Motif
mengatur tingkah laku artinya bila sudah memilih salah satu arah perbuatan maka
arah itu akan tetap dipertahankan.
c. Perkembangan
identitas jenis kelamin atau tingkah laku sesuai jenis kelamin.
Pendapat psikoanalisis mengatakan bahwa
identitas jenis kelamin timbul karena proses-prose yang terjadi selama proses
eodipus antara 2-6 tahun, antara 3 dan
4 tahun anak laki-laki ada dalam situasi ini. Anak laki-laki mempunyai
keinginan seksual terhadap ibu tetapi ia juga memiliki ketakutan terhadap ayah.
Untuk menghindari kesukaran dengan ayahnya, anak sekarang mengadakan
identifikasi dengan perintah dan larangan ayah. Sebaagai akibatnya timbul lah
tingkah laku yang spesifik jenis kelamin. Pada anak wanita akan juga terjadi
proses yang semacam, yaitu anak wanita yang mempunyai keinginan seksual
terhadap ayah akan mengadakan identifikasi dengan ibu untuk menghindari
kesukaran-kesukaran.
REFERENSI
Hurlock, Elizabeth B.Istiwidayanti.1991.Psikologi perkembangan:Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan.Jakarta:Erlangga
Monks, F.J.1985.Psikologi Perkembangan:Pengantar dalam berbagai bagiannya.Yogyakarta:Gadjah mada University press
Desmita.2015.Psikologi perkembangan.Bandung:PT Remaja Rosda Karya

No comments:
Post a Comment