Sunday, September 15, 2019



PERKEMBANGAN MASA BAYI SAMPAI MASA KANAK-KANAK AKHIR

A.    Masa bayi
Robert J. Havinghust (Hurlock,  1990) mengatakan bahwa tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu periode tertentu dari kehidupan individu dan jika berhasil akan menimbulkan fasr bahagia dan membawa keberhasilan dlam melaksanakan tugas - tugas berikutnya. sebaliknya jika gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas - tugas berikutnya. tugas - tugas perkembangan berikut beberapa di antaranya muncul sebagai akibat kematangan fisik, sedangkan yang lain berkembang karena adanya aspirasi budaya, sementara yang lainnya tumbuh dalam berkembang karena nilai - nilai dan aspirasi individu.

·         Perkembangan fisik
1.      Berat
Pada usia empat bulan, berat bayi biasanya bertambah dua kali lipat. Pada usia satu tahun berat bayi rata-rata tiga kali berat pada waktu lahir atau sekitar 21 pon. Pada usia dua tahun rata-rata berat bayi Amerika adalah 25 pon. Peningkatan berat tubuh selama bayi terutama disebabkan karena peningkatan jaringan lemak.
2.      Tinggi
Pada usia empat bulan, ukuran bayi antara 23 dan 24 inci; pada usia satu tahun, antara 28 dan 30 inci, dan pada usia dua tanun, antara 32 dan 34 inci.
3.      Proporsi Fisik
Pertumbuhan kepala berkurang dalam masa bayi, sedangkan. pertumbuhan badan dan tungkai meningkat. Jadi bayi berangsur-angsur menjadi kurang berat di atas dan tampak lebih ramping dan tidak gempal pada masa akhir bayi.
·         Pola Pengendalian Motorik
1.      Pengendalian Mata
Optik nystagmus, atau reaksi mata terhadap rangkaian benda bergerak dimulai kira-kira dua belas jam setelan lahir, gerakan mata mencari, antara minggu Ketiga dan keempat: gerakan mata horisontal, antara bulan kedua dan ketiga: gerakan mata vertikal, antara bulan ketiga dan keempat: dan gerakan mata berputar beberapa bulan kemudian
2.      Tersenyum
Gerak refleks tersenyum, atau senyum sebagai reaksi terhadap rangsangan perabaan muncul dalam minggu pertama; senyum sosial atau senyum sebagai reaksi terhadap senyuman orang lain mulai antara bulan ketiga dan keempat
3.      Manahan Kepala
Dalam posisi tengkurap bayi dapat menahan kepala secara tegak pada usia satu bulan: kalau terlentang. pada lima bulan: dan dalam posisi duduk, antara empat dan enam bulan
4.      Berguling
Bayi dapat berguling samping ke belakang pada usia dua bulan dan dari tengkurap ke samping pada empat bula: pada usia enam bulan dapat berguling sepenuhnya.
5.      Duduk
Bayi dapat ditarik ke posisi duduk pada usia empat bulan. duduk dengan dibantu pada usia lima bulan. duduk tanpa dibantu sebentar pada usia tujuh bulan, dan duduk tanpa bantuan selama sepuluh menit atau lebih pada usia sembilan bulan
·         Tugas-tugas yang Terlibat dala Belajar Berbicara
1.      Pengucapan
Bayi belajar mengucapkan kata-kata sebagian melalui coba-coba tetapi terutama dengan meniru ucapan orang dewasa. Huruf mati dan campuran huruf mati lebih sulit diucapka bayi daripada huruf hidup dan diftong. Banyak ucapan bayi yang tidak dapat dimengerti sampai usia delapan belas bulan, setelah itu berangsur-angsur terjadi kemajuan yang mencolok.
2.      Membangun Kosa Kata
Mula-mula bayi belajar nama-nama orang dan benda, kemudian kata-kata kerja seperti "memberi" dan "mengambil." Sesaat sebelum masa bayi belajar beberapa kata sifat seperti "manis" dan "nakal," dan juga beberapa kata keterangan. Kata depan, kata penghubung dan kata ganti umumnya belum dipelajari sampai awal masa kanak-kanak. Kosa kata meningkat dengan bertambahnya usia.
3.      Kalimat
Kalimat bayi yang pertama muncul antara usia dua belas dan delapan belas bulan, biasanya terdiri dari satu kata yang disertai dengan isyarat. Lambat laun kata-kata merambat dalam kalimat, tetapi isyarat masih banyak digunakan sampai memasuki masa kanak-kanak.
·         Pola Emosional yang Lazim pada Masa Bayi
1.      Kemarahan
Perangsang yang lazim membangkitkan kemarahan bayi adalah campur tangan terhadap gerakan-gerakan mencoba-cobanya menghalangi keinginannya, tidak mengizinkannya mengerti sendiri, dan tidak memperkenankannya melakukan apa yang dia inginkan. Lazimnya tanggapan marah mengambil bentuk menjerit meronta-ronta, menendangkan kaki, mengibaskan tangan. dan memukul atau menendang apa saja yang ada di dekatnya. Pada tahun kedua bayi dapat juga melonjak-lonjak, berguling-guling meronta-ronta dan menahan nafas.
2.      Ketakutan
Perangsang yang paling mungkin mermbangkitkan ketakutan bayi adalah suara keras; orang, barang dan situasi asing. ruangan gelap: tempat tinggi dan binatang. Perangsang yang terjadi tiba-tiba atau tidak terduga atau yang tidak lazim bagi bayi biasanya membangkitkan rasa takut juga. Tanggapan rasa takut yang lazim pada masa bayi terdiri dari upaya menjauhkan diri dari perangsang yang menakutkan dengan merengek, menangis dan menahan nafas.
3.      Rasa Ingin Tahu
Setiap mainan atau barang baru dan tidak biasa adalah perangsang untuk keingintahuan, kecuali jika kebaruan itu begitu tegas sehingga menimbulkan ketakutan. Bila rasa takut berkurang, ia akan membuka mulut, dan menjulurkan lidah. Kemudian, bayi akan menangkap barang yang membangkitkan rasa ingin tahunya tersebut, memegang, membolak-baiik, melempar, atau memasukkannya ke mulutnya.
B. MASA KANAK-KANAK AWAL
Masa kanak kanak dimulai setelah melewati masa bayiyang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia 2 tahun sampai saat anak matang secara seksual, yakni kira-kira usia 13 tahun untuk perempuan dan 14 tahun untuk pria. Secara periode ini (kira-kira 11 tahun bagi wanita dan 12 tahun untuk pria) terjadi  sejumlah perubahan yang signifikan baik secara fisik maupun psikologis. Sejumlah ahli membagi masa anak-anak menjadi 2 yakni masa kanak-kanak awal dan masa kanak-kanak akhir. Masa kanak-kanak awal dimulai dari usia 2 tahun sampai 6 tahun, dan masa kanak-kanak akhir dari usia 6 sampai saat anak matang secara seksual.

A. Perkembangan Fisik
            Selama masa kanak-kanak pertumbuhan fisik berlangsung lambat dibanding dengan tingkat pertumbuhan selama masa bayi. Pertumbuhan fisik yang lambat ini berlangsung sampai mulai munculnya tanda-tanda pubertas kira-kira 2 tahun menjelang matang secara seksual dan pertumbuhan fisik bertumbuh dengan pesat. Meskipun selama masa kanak-kanak pertumbuhan fisik mengalami penurunan, namun keterampilan-keterampilan motorik kasar dan halus justru berkembang pesat.
1.      Tinggi dan berat
Selama masa kanak-kanak awal, tinggi rata-rata anak bertumbuh2,5 inci dan berat bertambah antara 2,5 sampai 3,5 kg setiap tahunnya. Pada usia 3 tahun tinggi anak sekitar 38 inci dan beratnya sekitar 16,5 kg. Pada usia 5 tahun tinggi anak mencapai 43,6 inci dan beratnya 21,5 kg. Ketika anak prasekolah bertumbuh semakin besar, presentasi pertumbuhan dalam tinggi dan berat berkurang setiap tahun. Selama masa ini, baik laki-laki dan perempuan terlihat semakin langsing, sementara batang tubuh mereka semakin panjang.

2.      Perkembangan otak
Diantara perkembangan fisik yang sangat penting selama masa kanak-kanak awal ialah perkembangan otak dan sistem syaraf yang berkelanjutan. Meskipun otak terus bertumbuh pada masa pada masa awal anak-anak, namun pertumbuhannya tidak sepesat pada masa bayi. Pada saat bayi mencapai 2 tahun, ukuran otaknya rata-rata 75% dari otak orang dewasa. Dan pada usia 5 tahun ukuran otaknya telah mencapai sekitar 90% otak orang dewasa. Pertumbuhan otak selama masa anak-anak disebabkan oleh pertambahan jumlah dan ukuran urat syaraf yang berujung didalam dan diantara daerah-daerah otak.

3.      Perkembangan motorik
Perkembangan fisik pada masa anak-anak ditandai dengan berkembangannya keterampilan motorik, baik kasar maupun halus. Sekitar usia 3 tahun, anak sudah dapat berjalan dengan baik, dan sekitar usia 4 tahun anak hampir menguasai cara belajar orang dewasa. Usia 5 tahun anak sudah terampil menggunakan kakinya untuk berjalan dengan berbagai cara, seperti maju dan mundur, jalan cepat dan lamban melompat, memanjat dan sebaginya. Anak usia 5 tahun juga dapat melakukan tindakan-tindakan tertentu secara  akurat seperti menyembangkan badan diatas satu kaki, menangkap bola dengan baik,melukis, menggunting  kertas dan sebagainya.

B. Perkembangan Kognitif
1.      Perkembangan persepsi
Meskipun persepsi telah berkembang sejak awal kehidupannya, namun hingga masa kanak-kanak awal kemampuan atau kapasitas mereka untuk memperoleh informasi masih sangat terbatas.  Anak prasekolah sering mengalami kesukaran dalam menyatukan tindakan dengan penglihatan ketika berhadapan dengan stimulus yang membingungkan. Misalnya, anak-anak usia 4 tahun mungkin dapat melukis sebuah gambar dengan baik, tetapi hanya sepanjang tidak berbicara. Mereka tidak dapat melakukan pekerjaan sambil berbicara.

2.      Perkembangan Atensi
Atensi pada anak telah berkembang sejak masa bayi. Aspek-aspek atensi yang berkembang selama masa bayi ini memiliki arti yang sangat penting selama tahun-tahun pra sekolah. Penelitian telah menunjukan bahwa hilangnya atensi dan pulihnya atensi bila diukur pada 6 bulan pertama masa bayi, berkaitan dengan tingginya kecerdasan pada tahun-tahun prasekolah meskipun atensi bayi memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan kognitif selama tahun-tahun pra sekolah, namun kemampuan anak unuk memusatkan perhatian berubah signifikan selama tahun-tahun pra sekolah menyangkut dimensi-dimensi yang lebih menonjol dibandingkan dengan dimensi-dimensi yang relefan untuk memcahkan masalah atau mengerjakan suatu tugas dengan baik.

3.      Perkembangan bahasa
pada masa ini anak-anak telah mengalami sejumlah nama-nama dan hubungan antara simbol-simbol. Ia juga dapat membedakan berbagai benda disekitarnya serta melihat hubungan fungsional antara benda-benda tersebut. Disamping itu, pada masa ini penguasaan kosakata anak juga meningkat pesat. Anak mengucapkan kalimat yang makin panjang dan makin bagus, menunjukan panjang pengucapan rata-rata anak telah memulai menyatakan pendapatnya dengan kalimat majemuk. Sekali-sekali ia menggunakan kata perangkai, akhirnya timbul anak kalimat.

C. MASA KANAK-KANAK AKHIR
Sejak lama kriteria bagi anak untuk dapat diterima di sekolah dasar adalah “kemasakan”. Bagi Indonesia kriteria umur memegang peran penting. Anak baru bisa diterima bila ia sudah mencapi umur 7 tahun. Kriteria umur ini sebetulnya mencakup kriteria lain yang juga berhubungan degakemasakan, yaitu:
1.       Anak harus dapat bekerjasama dalam kelompok dengan anak-anak lain, yaitu anak tidak boleh masih tergantung pada ibunya,  teman sebaya.
2.       Anak harus dapat mengamati secara analitis. Ia harus sudah dapat meneganal bagian-bagian dari keseluruhan dan dapat menyatukan kembali bagian-bagian tersebut. Jadi di sini anak harus sudah mempunyai kemampuan memisah-misahkan.
3.       Anak secara jasmaniah harus sudah mencapai bentuk anak sekolah. Petunjuk untuk ini adalah kalau sudah dapat memegang telinga kiri dengan tangan kanan melalui atas kepala, atau kalau anak kidal maka tangan kiri harus dapat mencapai telinga kanan melalui kepala. Inilah yang disebut ukuran filipino (di Nederland hal ini sampa sekarang masih merupakan ukuran apakah anak sudah “masak sekolah” atau belum).

Dalam memberikan bimbingan yang lebih baik pada anak dianjurkan untuk memilih istilah “kemampuan sekolah” daripada “kemasakan sekolah”. Kemasakan menunjukkan pada proses yang terjadi dari dalam secara spontan, sedangkan mampu sekolah ditentukan oleh faktor-faktor dari luar seperti lingkungan dan keluarga.

A.    Perkembangan sosial dan kepribadian
Perkembangan sosial dan kepribadian mulai dari usia pra sekolah sampai akhir masa sekolah ditandai oleh meluasnya lingkungan sosial. Meluasnya sosial bagi anak menyebabkan anak menjumpai pengaruh yang sangat besar dalam proses emansipasi. Dalam proses emansipasi dan individu maka teman-teman sebaya mempunyai peran yang besar. Aspek-aspek mengenai perkembangan sosial dan kepribadian, yaitu:
a.       Interaksi dengan anak-anak sebaya
Dalam TK dan SD anak mempunyai kontak yang intensif dengan teman-teman sebaya. Di muka telah dikemukakan bahwa anak-anak saling mempengaruhi satu sama lain. Anak biasanya berusaha untuk menjadi anggota suatu kelompok, kelompok semacam ini terdapat dalam Taman Kanak-kanak.
b.      Perkembangan motivasi prestasi
Setiap tingkah laku tentu mempunyai motif. Setiap perbuatan dan tindakan mempunyai dasar, mempunyai motif. Salah satu aspek kepribadian seseorang yang paling banyak diteliti adalah mengenai motivasi prestasi. Pada umunya perbedaan antara motivasi yang intrinsik dan eksterinsik. Motivasi intrinsik berarti bahwa sesuatu perbuatan memang diinginkan karena seseorang senang melakukannya, motivasi ini datang dari dalam diri orang itu sendiri. Sedangkan motivasi ekstrinsik berarti perbuatan yang dilakukan atas dasar dorongan atau dipaksa dari luar. Suatu motivasi mempunyai 3 macam unsur:
1.      Motif mendorong terus, memberikan energi pada suatu tingkah laku (merupakan dasar energetik).
2.      Motif menyeleksi tingkah laku, menentukan arah, apa yang akan dilakukan dan tidak dilakukan.
3.      Motif mengatur tingkah laku artinya bila sudah memilih salah satu arah perbuatan maka arah itu akan tetap dipertahankan.
c.       Perkembangan identitas jenis kelamin atau tingkah laku sesuai jenis kelamin.

Pendapat psikoanalisis mengatakan bahwa identitas jenis kelamin timbul karena proses-prose yang terjadi selama proses eodipus antara 2-6 tahun, antara 3 dan 4 tahun anak laki-laki ada dalam situasi ini. Anak laki-laki mempunyai keinginan seksual terhadap ibu tetapi ia juga memiliki ketakutan terhadap ayah. Untuk menghindari kesukaran dengan ayahnya, anak sekarang mengadakan identifikasi dengan perintah dan larangan ayah. Sebaagai akibatnya timbul lah tingkah laku yang spesifik jenis kelamin. Pada anak wanita akan juga terjadi proses yang semacam, yaitu anak wanita yang mempunyai keinginan seksual terhadap ayah akan mengadakan identifikasi dengan ibu untuk menghindari kesukaran-kesukaran.


REFERENSI
Hurlock, Elizabeth B.Istiwidayanti.1991.Psikologi perkembangan:Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan.Jakarta:Erlangga
Monks, F.J.1985.Psikologi Perkembangan:Pengantar dalam berbagai bagiannya.Yogyakarta:Gadjah mada University press
Desmita.2015.Psikologi perkembangan.Bandung:PT Remaja Rosda Karya


No comments:

Post a Comment