Konsep Dasar Layanan bk
kelompok (lanjutan)
B. persamaan dan
perbandingan Bimbingan dan konseling kelompok.
Patut untuk dicatat, bahwa konsep pelayanan antara
pelayanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok kurang lebih sama akan
tetapi, kita seyogyanya dapat membedakan keduanya dalam beberapa hal yaitu
mencakup pengertian, tuuan, manfaat, isi materi layanan dan strategi
operasional.
1. Bimbingan
Kelompok
Bimbingan kelompok
sering diartikan secara sempit dan sederhana yang kadang-kadang justru tidak
terkait dengan makna dan tujuan bimbingan dan konseling yang sebernarnya. Beberapa
kesalahanpahaman masih hidup diantara merka yang bergerak dibidang bimbingan
dan konseling. Kesalahpahaman muncul karena ketidakmampuan untuk memberi
batasan yang tegas antara istilah “bimbingan kelompok dan “membimbing
kelompok” atau istilah-istilah lainnya yang menggunakan pendekatan
kelompok dalam pelaksanaanya sehinga pada akhirnya menimbulkan keracunan
(prayitno,1995).
Kegiatan “bimbingan
kelompok” tidak sama dengan kegiatan “membimbing
kelompok” dalam layanan bimbingan dan konseling istilah “membimbing kelompok” berarti membesarkan
suatu kelompok tertentu. Fungsi “membimbing
kelompok” memang dilakukan oleh konselor (pemimpin kelompok), namun
orientasinya bukan kelompok itu sebagai “sebuah
satuan kelompok”, melainkan pengembangan dinamika kelompok sebagai wahana
untuk pengembangan individu anggota kelompok seta pengembangan maslah mereka
masing-masing. Istilah “bimbingan
kelompok” pula tidak serta merta disamakan pula dengan “kegiatan kelompok” atau “diskusi
kelompok” yang sebagai mana telah lama kenal.
Bimbingan kelompok atau
group
guadiance merupakan konsep jenis layanan dalam bimbingan dan konseling.
Konsep bimbingan kelompok yang lebih klasik dapat dilihat dari searah
perkembangan bimbingan dan sendiri, sebagai berikut:
a. Gibson&
Mitchell(1981) menjelaskan bahwa istilah bimbingan kelompok mengacu pada
aktivitas-aktivitas kelompok yang berfokus pada penyediaan informasi atau
pengalaman melalui aktivitas kelompok yang terencana dan terorganisasi.
b. Prayitno(1995)
menelaskan bahwa bimbingan kelompok yaitu suatu kegiatan yang memanfaatkan
dinamika kelompok untuk mencapai tuuan-tujuan pelayanan bimbingan dan
konseling.
Dengan demikian layanan
bimbingan kelompok merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh tenaga
profesional bimbingan dan konseling terhadap suatu kelompok tertentu untuk
mengembangkan kemampuan anggota kelompok kearah kemandirian dengan memanfaatkan
dinamika kelompok
2. Konseling
Kelompok
Berbeda halnya dengan istilah binmbingan
kelompok yang dalam beberapa situasi kadang menimbulkan kerancuan, maka istilah
konseling kelompok definisinya cenderung lebih mantap. Definisi dari konseling
kelompok dari para pakar bimbingan dan konseling sangat beragam dalam rentangan
ruang dan waktu tertentu, beberapa definisi representatif untuk menjelaskan
definisi yang tegastentang konseling kelompok tersebut, diantaranya.
a. Gazda,
(1984) menjelaskan bahwa konseling kelompok adalah proses hubungan antar
pribadi yang dinamis (dalam kelompok), yang memusatkan pada tingkah laku sadar
dan mempergunakan fungsi terapi yang bersifat permisif, orientasi realitas,
katarsis, saling percaya, saling memelihara, saling mengerti, saling menerima
dan saling mendukung.
b. .
Dinkmeyer & Munro (dalam Elida P 2010) mengemukakan bahwa konseling
kelompok adalah suatu proses dalam kelompok yang bernilai khusus untuk aspek
diagnostik dan terapeutik dalam memecahkan masalah.
c. Prayitno
(1995) mengemukakan bahwa konseling kelompokadalah proses kegiatan dalam
kelompok melalui interaksi social yang dinamis diantara anggota kelompok untuk
membahas masalah yang dialami setiap anggota kelompok schingga ditemukan arah
dan cara pemecahan yang paling tepat dan memuaskan.
Dari ketiga rumusan pengertian konseling
kelompok yang telah disebutkan di atas dapat diketahui ciri-ciri khas konseling
kelompok,
a. interaksi yang dinamis adalah suasana
interaksi dalam konseling kelompok yang menunjukkan terjadinya suasanaberbagi
pendapat, wawasan dan pengalaman, perasaan diantara anggota kelompok dalam
memberikan informasi menganalisa dan dimunculkan dalam kelompok. Suasana
seperti itu teriadikarena terjalinnya hubungan yang akrab, hangat, terbuka saling
percaya, dan menghargai di antara anggota kelompok sehingga menimbulkan
perubahan yang positif dalam diri masing-masing anggota kelompok.
b. fungsi
penyembuhan (therapeutik) yaitu terbebasnya setiap anggota kelompok dari rasa
takut untuk dikecam atau dikritikoleh orang lain (anggota kelompok lain dan
pemimpin kelompok) sehingga ia bebas menyatakan ide-ide dan kecemasan-kecemasan,
kekecewaan-kekecewaan, melakukan katarsis, menjelajahi diri sendiri secara
psikologis dan mengekspresikan kebahagiannya. Fungsi terapeutik ini terjadi karena
terpenuhinya kebutuhan psikologis masing-masing anggota seperti kebutuhan untuk
merasa dimiliki, dihargal dibanggakan, dihormati, dan dipahami dalam suasana kelompok
yang saling menghargai, berbagi, empati dan dialog yang hangat serta ramah.
c. konseling
kelompok membahas masalah pribadi yang dikemukakan oleh anggota kelompok. Oleh
karena itu konseling kelompok memungkin anggota kelompok untuk memahami dirinya
sendiri seluas-luas dan sedalam-dalamnya menganalisis dirinya, dan menerima
dirinya sendiri, dan mengambil keputusan dalam memecahkan masalah dalam dirinya
sehingga dapat menerima dirinya secara positif Dengan demikian bahwa layanan
konseling kelompok yaitu dapat mengentaskan masalah pribadi anggota kelompok
dengan dirumuskan sebagai bentuk layanan kelompok untuk membantu mengentaskan
masalah pribadi anggota kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok.
3. Persamaan
antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok
Di antara layanan bimbingan kelompok dan
konseling kelompokrdapat sejumlah persamaan. Sekurang-kurangnya persamaan tersebut
dapat ditinjau dari sisi sebagai berikut
a. sisi
kelompok yang sama, yaitu terhadap satu kelompok yang sama dapat
diselenggarakan baik layanan bimbingan kelompok maupun layanan konseling
kelompok. Apabila kedua layanan itu hendak dilaksanakan terhadap satu kelompok
yang sama, bimbingan kelompok hendaknya dilaksanakan terdahulu Dengan demikian
penyelenggaraaan layanan konseling kelompok akan mendapatkan kondisi kelompok
yang lebih berkompeten berkat kegiatan layanan bimbingan kelompok.
b. sisi
pemimpin kelompok yang sama, yaitu penyelenggaraan layanan bimbingan kelompok
atau layanan konseling kelompok terhadap satu kelompok oleh pemimpin kelompok
yang samaakan membawa keuntungan tersendiri, dalam arti dinamikakegiatan
kelompok semakin dapat dimantapkan dengan poladan suasana yang lebih efektif
dan efisien sarta berkelanjutan.
c. Tahapan
pelaksanaan, yaitu secara pelaksanaan antara layanan bimbingan kelompok dan
layanan konseling kelompok sama-sama melalui 5 (lima) tahapan besar, yaitu:
1) tahap
pembentukan, yaitu tahapan untuk membentuk kerumunan sejumlah individu menjadi
satu kelompok yang siap mengembangkan dinamika kelompok untuk mencapaitujuan
bersama;
2) tahap
peralihan, yaitu tahapan untuk mengalihkan kegiatanawal kelompok ke kegiatan
berikutnya yang lebih terarah pada pencapaian tujuan kelompok
3) tahap kegiatan/pembahasan, yaitu tahapan
"kegiatan inti" untuk membahas topik-topik tertentu (pada bimbingan kelompok)
atau mengentaskan masalah pribadi anggota kelompok (pada konseling kelompok).
4) tahap
penyimpulan, yaitu tahapan kegiatan untuk melihat kembali apa ang sudah
dilakukan dan dicapai oleh kelompok Peserta kelompok diminta melakukan refleksi
berkenaan dengan kegiatan pembahasan yang baru saja
5) penutupan/pengakhiran,
yaitu merupakan tahapanakhir dari seluruh kegiatan. Kelompok merencanakan kegiatan
bimbingan kelompok dan konseling kelompok selaniutnya, dan salam hangat
perpisahan. mereka ikuti.
4
Perbedaan antara Bimbingan Kelompok dan KonselingKelompok
Perbedaan
antara layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok tidaklah
banyak. Letak perbedaan yang mendasar antara layanan bimbingan kelompok dan
layanan konseling kelompok adalah terfokus pada materi atau isi layanan yang
disajikan dalam kegiatan layanannya. Layanan bimbingan kelompok bermaksud
membahas topik. topik tertentu yang mengandung permasalahan aktual (hangat) dan
menjadi perhatian anggota kelompolk. Melalui dinamika kelompok yang intensif,
pembahasan topik-topik itu mendorong pengenmbangan perasaan, pikiran, persepsi,
wawasan dan sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif
dan bertanggung jawab Dalam hal ini kemampuan berkomunikasi verbal maupun non
verbal anggota kelompok perlu untuk ditingkatkan dan dipupuk terus menerus oleh
pemimpin kelompok.
Sementara itu, layanan
konseling kelompok terfokus padapembahasan masalah pribadi individu peserta
kegiatan layanan Melalui layanan konseling kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan
masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuansekaligus, yakni:
a.
terkembangkannya perasaan, pikiran,
wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku yang bertanggung jawab, khususnya
dalam bersosialisasi dan berkomunikasi, dan;
b.
terpecahkannya masalah individu yang
bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu
lain peserta layanan konseling kelompok.
Dengan demikian ditegaskan bahwa dalam layanan
bimbingan kelompok materi kegiatan yang dibahas adalah topik-topik umum yang
menjadi kepedulian bersama anggota kelompok, sedangkan dalam layanan konseling
kelompok materi kegiatan yang dibahas adalah masalah pribadi yang dialami oleh
masing-masing anggota kelompok. Baik topik umum maupun masalah pribadi itu
dibahasmelalui suasana dinamika kelompok yang intens dan konstruktif,diikuti
oleh semua anggota di bawah bimbingan pemimpin kelompok(Konselor). Dengan kata
lain bahwa, apabila layanan bimbingan kelompok berorientasi pada pengembangan
wawasan, penghayatan, aspirasi, dan sikap terhadap materi topik-topik yang
dibahas, orientasi konseling kelompok adalah terbahas dan terentaskanya masalah
pribadi anggota kelompok yang bersangkutan.
Sementara
itu, pada kegiatan konseling kelompok seluruh energy dan pikiran tercurahkan
untuk nmembantu konseli/anggota kelompok yang memiliki masalah tertentu yang
masalah tersebut dibahas dalamkegiatan konseling kelompok.
5.
Keuntungan Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Kelompok
Elida P, (2010)
menjelaskan beberapa keuntungan yang dapat dicapai anggota kelompok dalam
melaksanakan bimbingan dankonseling kelompok, antara lain:
a.
sebagai wahana untuk menolong orang
merubah sikap, keyakinan, perasaan anggota kelompok tentang diri mereka sendiri
dan orang lain, serta tingkah laku secara keseluruhan;
b.
anggota kelompok dapat belajar gaya
mereka dalamberhubungan dengan orang lain dan belajar keterampilan dalam
membina keakraban yang efektif dengan orang lain;
c.
anggota kelompok dapat mendiskusikan
persepsi atau pendapat mereka satu sama lain dan mau menerima masukan-masukan yang
berharga tentang bagaimana yang seharusnya mereka diterima dalam kelompok;
d.
anggota kelompok dimungkinkan bertualang
ke dalam dunia keseharian para anggota kelompok dengan berbagai cara, khususnya
jika mereka berbeda minat, umur, perhatian, latar belakang, status
sosial-ekonomi, dan tipe masalah;
e.
anggota kelompok memperoleh masukan tentang
dirinya sendiri sehingga memahami diri sendiri dari sudut pandanganorang lain.
Hal itu disebabkan konseling kelompok memiliki
f.
anggota kelompok memperoleh pemahaman dan
sokongandari anggota kelompok untuk menjelajahi permasalahan yangdimunculkannya
dalam kelompok;
g.
anggota kelompok memperoleh perasaan
memiliki (sense of belonging) kelompok dan dengan interaksi yang akrab yangmakin
berkembang dalam situasi kelompok maka mereka belajar cara berinteraksi yang
penuh keakraban, memelihara hubungan positif dan cara memberikan sokongan. Akhirnya
semua hal tersebut di atas kelompok untuk memutuskan perubahan apa yang ingin
dibuatnya. Mereka dapat membandingkan persepsi mereka dengan persepsi orang
lain tentang diri mereka sendiri dan kemudian memutuskan apa yang sepatutnya
mereka putuskan tentang informasi itu. Intinyaanggota kelompok memperoleh
pandangan yang jelas tentang ciri- ciri individu yang baik yang scharusnya dia
seperti itu dan mengerti apa yang merintangi mereka menjadi orang seperti itu.
C.
ASAS ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK
Munro, Manthei, &
Small, (1979) menjelaskan bahwa kerahasiaan,kesukarelaan, dan keputusan diambil
oleh klien sendiri merupakan tiga etika dasar dalam kegiatan pelayanan
bimbingan dan konseling Dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok
ketiga etika tersebut wajib diterapkan.
1. Kerahasiaan
.Segala sesuatu yang dibahas dan muncul dalam kegiatan kelompok hendaknya
menjadi "rahasia kelompok" yang hanya boleh diketahui oleh anggota
kelompok dan tidak disebarluaskan ke luar kelompok. Seluruh anggota kelompok
hendaknya menyadari benar hal ini dan bertekad dengan sungguh-sungguh untuk
melaksanakannya. Aplıkasi asas kerahasiaan lebih dirasakan pentingnya dalam layanan
konseling kelompok mengingat pokok bahasan adala masalah pribadi yang dialami
anggota kelompok. Di sini posisi asas kerahasiaan sama posisinya seperti dalam
layanan konseling perorangan. Konselor/pemimpin elompok dengan sungguh sungguh
hendaknya memantapkan asas ini sehingga seluruh anggota kelompok berkomitmen
penuh untuk melaksanakannya.
2. Kesukarelaan
,Kesukarelaan anggota kelompok dimulai sejak awal rencana pembentukan kelompok
oleh konselor/pemimpin kelompok. Kesukarelaan terus-menerus dibina melalui
upaya konselor/ pemimpin kelompok dalam mengembangkan syarat-syarat kelompok yang
efektif dan penstrukturan tentang layanan bimbingan kelompok.
3. Asas-Asas
lainnya(kegiatan, keterbukaan, kekinian dan kenormatifan) Dinamika kelompok
dalam kegiatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok semakin intensif dan
efektif apabila semua anggota kelompok secara penuh menerapkan asas kegiatan
dan asas keterbukaan. Mereka secara aktif dan terbuka menampilkan diri tanpa
rasa takut, malu ataupun ragu. Dinamika kelompok semakin tinggi, berisi, dan
bervariasi. Masukan dan sentuhan semakin kaya dan terasa. Para peserta layanan
bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok semakin dimungkinkan memperoleh
hal-hal yang berharga dari layanan ini. Asas
kekinian memberikan isi aktual dalam pembahasan yang dilakukan, anggota
kelompok diminta mengemukakan hal-hal yang terjadi dan berlaku sekarang ini.
Hal-hal atau pengalaman yang telah lalu dianalisis dan disangkut-pautkan untuk
kepentingan pembahasan hal-hal yang terjadi dan berlaku sekarang. Hal-hal yang akan
datang direncanakan sesuai dengan kondisi yang ada sekarang. Asas kenormatifan dipraktikkan
berkenaan dengan cara-cara berkomunikasi dan bertata-krama dalam kegiatan
kelompok, serta dalam mengemas isi bahasan. Sedangkan asas keahlian
diperlihatkan oleh konselor/pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan kelompok
untuk mengembangkan proses dan isi pembahasan secarakeseluruhan.
D.
HAL UMUM TERKAIT PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK
1.
Layanan bimbingan kelompok atau
konseling kelompok bukan sekedar kegiatan kelompok biasa, seperti darmawisata,
arisan atau pertemuan-pertemuan lainnya. Kegiatan bimbingan kelompok atau
konseling kelompok mengemban fungsi-fungs konseling (pemahaman, pencegahan,
pengentasan masalah pengembangan dan pemeliharaan, dan advokasi) serta menerapkan
prinsip dan asas-asas konseling, disertai berbagai teknik-teknik konselingnya
2.
Kegiatan bimbingan kelompok bukan berarti
"membimbing kelompok" melainkan suatu layanan terhadap sejumlah
konseling (dalam hal ini anggota kelompok) agar setiap konseli memperoleh
manfaat tertentu dan/atau pengentasan masalah pribadi yang dialaminya. Fungsi
"membimbing kelompok memang dilakukan oleh konselor/pemimpin kelompok; namun
orientasinya bukan kelompok itu sebagai "sebuah satuan kelompok",
melainkan pengembangan dinamika kelompok sebagai wahana untuk pengembangan
individu anggota kelompok serta pengentasan masaiah-masalah mereka masing-masing.
3.
Kegiatan bimbingan kelompok atau
konseling kelompok tidak sama dengan diskusi biasa atau rapat. Dalam bimbingan kelompok
atau konseling kelompok memang dilakukan pembahasan permasalahan melalui
semacam kegiatan berdiskusi, bertukar pendapat, menganalisis dan mengkritisi data,
berbeda pendapat dan berargumentasi, namun semuanya itu bukan untuk sampai
kepada kesimpulan atau keputusan yang dicantumkan pada notulen, melainkan
secara dinamis dan konstruktif membina setiap anggota kelompok sesuai dengan
tujuan layanan. Strategi berfikir, merasa, bersikap, bertindak, dan
bertanggungjawab (BMB3) merupakan arah pengembangan diri bagi setiap anggota
kelompok. Oleh karena itu dalam bimbingan kelompok atau konseling kelompok
tidak diperlukan adanya laporan kelompok dengan notulennya.
4.
Layanan bimbingan kelompok atau
konseling kelompok tidak sekedar memberikan informasi kepada anggota kelompok. Sebagai
hasil layanan, para peserta bimbingan kelompok atau konseling kelompok memang
menerima sejumlah informasi baru; namun lebih dari itu, para peserta kegiatan
bimbingan kelompok atau konseling kelompok tidak sekedar menunggu pemberian
informasi dari konselor/pemimpin kelompok, melainkan sangat aktif saling
memberi dan menerima. Peranan konselor/pemimpin kelompok bukan lagi memberikan informasi
kepada kelompok, melainkan secara arif dan bijaksana memimpin pengembangan
dinamika kelompok yang mengaktifkan semua anggota kelompok. Apabila dalam layanan
informasi konselor sangat aktif berbicara memberikan informasi, sebaliknya,
dalam layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok Konselor/pemimpin
kelompok hanya berbicara seperlunya, bahkan sedapat-dapat membatasi pembicaranya.
Tuntutan agar anggota kelompok ber-BMB3 mendominasi kegiatan layanan.
Sumber : Folastri, Sisca.,& Rangka, Itsar B. 2016. Prosedur Layanan Bimbingan & Konseling Kelompok. Bandung : Mujahid Press.
No comments:
Post a Comment