Saturday, December 7, 2019



Konsep Dasar Layanan bk kelompok (lanjutan)

B. persamaan dan perbandingan Bimbingan dan konseling kelompok.
            Patut untuk dicatat, bahwa konsep pelayanan antara pelayanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok kurang lebih sama akan tetapi, kita seyogyanya dapat membedakan keduanya dalam beberapa hal yaitu mencakup pengertian, tuuan, manfaat, isi materi layanan dan strategi operasional.
1.      Bimbingan Kelompok
Bimbingan kelompok sering diartikan secara sempit dan sederhana yang kadang-kadang justru tidak terkait dengan makna dan tujuan bimbingan dan konseling yang sebernarnya. Beberapa kesalahanpahaman masih hidup diantara merka yang bergerak dibidang bimbingan dan konseling. Kesalahpahaman muncul karena ketidakmampuan untuk memberi batasan yang tegas antara istilah “bimbingan kelompok dan “membimbing kelompok” atau istilah-istilah lainnya yang menggunakan pendekatan kelompok dalam pelaksanaanya sehinga pada akhirnya menimbulkan keracunan (prayitno,1995).
Kegiatan  “bimbingan kelompok” tidak sama dengan kegiatan “membimbing kelompok” dalam layanan bimbingan dan konseling istilah “membimbing kelompok” berarti membesarkan suatu kelompok tertentu. Fungsi “membimbing kelompok” memang dilakukan oleh konselor (pemimpin kelompok), namun orientasinya bukan kelompok itu sebagai “sebuah satuan kelompok”, melainkan pengembangan dinamika kelompok sebagai wahana untuk pengembangan individu anggota kelompok seta pengembangan maslah mereka masing-masing. Istilah “bimbingan kelompok” pula tidak serta merta disamakan pula dengan “kegiatan kelompok” atau “diskusi kelompok” yang sebagai mana telah lama kenal.
Bimbingan kelompok atau group guadiance merupakan konsep jenis layanan dalam bimbingan dan konseling. Konsep bimbingan kelompok yang lebih klasik dapat dilihat dari searah perkembangan bimbingan dan sendiri, sebagai berikut:
a.       Gibson& Mitchell(1981) menjelaskan bahwa istilah bimbingan kelompok mengacu pada aktivitas-aktivitas kelompok yang berfokus pada penyediaan informasi atau pengalaman melalui aktivitas kelompok yang terencana dan terorganisasi.
b.      Prayitno(1995) menelaskan bahwa bimbingan kelompok yaitu suatu kegiatan yang memanfaatkan dinamika kelompok untuk mencapai tuuan-tujuan pelayanan bimbingan dan konseling.
Dengan demikian layanan bimbingan kelompok merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh tenaga profesional bimbingan dan konseling terhadap suatu kelompok tertentu untuk mengembangkan kemampuan anggota kelompok kearah kemandirian dengan memanfaatkan dinamika kelompok

2.      Konseling Kelompok
Berbeda halnya dengan istilah binmbingan kelompok yang dalam beberapa situasi kadang menimbulkan kerancuan, maka istilah konseling kelompok definisinya cenderung lebih mantap. Definisi dari konseling kelompok dari para pakar bimbingan dan konseling sangat beragam dalam rentangan ruang dan waktu tertentu, beberapa definisi representatif untuk menjelaskan definisi yang tegastentang konseling kelompok tersebut, diantaranya.
a.       Gazda, (1984) menjelaskan bahwa konseling kelompok adalah proses hubungan antar pribadi yang dinamis (dalam kelompok), yang memusatkan pada tingkah laku sadar dan mempergunakan fungsi terapi yang bersifat permisif, orientasi realitas, katarsis, saling percaya, saling memelihara, saling mengerti, saling menerima dan saling mendukung.
b.      . Dinkmeyer & Munro (dalam Elida P 2010) mengemukakan bahwa konseling kelompok adalah suatu proses dalam kelompok yang bernilai khusus untuk aspek diagnostik dan terapeutik dalam memecahkan masalah.
c.       Prayitno (1995) mengemukakan bahwa konseling kelompokadalah proses kegiatan dalam kelompok melalui interaksi social yang dinamis diantara anggota kelompok untuk membahas masalah yang dialami setiap anggota kelompok schingga ditemukan arah dan cara pemecahan yang paling tepat dan memuaskan.
Dari ketiga rumusan pengertian konseling kelompok yang telah disebutkan di atas dapat diketahui ciri-ciri khas konseling kelompok,
a.        interaksi yang dinamis adalah suasana interaksi dalam konseling kelompok yang menunjukkan terjadinya suasanaberbagi pendapat, wawasan dan pengalaman, perasaan diantara anggota kelompok dalam memberikan informasi menganalisa dan dimunculkan dalam kelompok. Suasana seperti itu teriadikarena terjalinnya hubungan yang akrab, hangat, terbuka saling percaya, dan menghargai di antara anggota kelompok sehingga menimbulkan perubahan yang positif dalam diri masing-masing anggota kelompok.
b.      fungsi penyembuhan (therapeutik) yaitu terbebasnya setiap anggota kelompok dari rasa takut untuk dikecam atau dikritikoleh orang lain (anggota kelompok lain dan pemimpin kelompok) sehingga ia bebas menyatakan ide-ide dan kecemasan-kecemasan, kekecewaan-kekecewaan, melakukan katarsis, menjelajahi diri sendiri secara psikologis dan mengekspresikan kebahagiannya. Fungsi terapeutik ini terjadi karena terpenuhinya kebutuhan psikologis masing-masing anggota seperti kebutuhan untuk merasa dimiliki, dihargal dibanggakan, dihormati, dan dipahami dalam suasana kelompok yang saling menghargai, berbagi, empati dan dialog yang hangat serta ramah.
c.       konseling kelompok membahas masalah pribadi yang dikemukakan oleh anggota kelompok. Oleh karena itu konseling kelompok memungkin anggota kelompok untuk memahami dirinya sendiri seluas-luas dan sedalam-dalamnya menganalisis dirinya, dan menerima dirinya sendiri, dan mengambil keputusan dalam memecahkan masalah dalam dirinya sehingga dapat menerima dirinya secara positif Dengan demikian bahwa layanan konseling kelompok yaitu dapat mengentaskan masalah pribadi anggota kelompok dengan dirumuskan sebagai bentuk layanan kelompok untuk membantu mengentaskan masalah pribadi anggota kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok.
3.      Persamaan antara Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok
Di antara layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompokrdapat sejumlah persamaan. Sekurang-kurangnya persamaan tersebut dapat ditinjau dari sisi sebagai berikut
a.       sisi kelompok yang sama, yaitu terhadap satu kelompok yang sama dapat diselenggarakan baik layanan bimbingan kelompok maupun layanan konseling kelompok. Apabila kedua layanan itu hendak dilaksanakan terhadap satu kelompok yang sama, bimbingan kelompok hendaknya dilaksanakan terdahulu Dengan demikian penyelenggaraaan layanan konseling kelompok akan mendapatkan kondisi kelompok yang lebih berkompeten berkat kegiatan layanan bimbingan kelompok.
b.      sisi pemimpin kelompok yang sama, yaitu penyelenggaraan layanan bimbingan kelompok atau layanan konseling kelompok terhadap satu kelompok oleh pemimpin kelompok yang samaakan membawa keuntungan tersendiri, dalam arti dinamikakegiatan kelompok semakin dapat dimantapkan dengan poladan suasana yang lebih efektif dan efisien sarta berkelanjutan.
c.       Tahapan pelaksanaan, yaitu secara pelaksanaan antara layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok sama-sama melalui 5 (lima) tahapan besar, yaitu:
1)      tahap pembentukan, yaitu tahapan untuk membentuk kerumunan sejumlah individu menjadi satu kelompok yang siap mengembangkan dinamika kelompok untuk mencapaitujuan bersama;
2)      tahap peralihan, yaitu tahapan untuk mengalihkan kegiatanawal kelompok ke kegiatan berikutnya yang lebih terarah pada pencapaian tujuan kelompok
3)       tahap kegiatan/pembahasan, yaitu tahapan "kegiatan inti" untuk membahas topik-topik tertentu (pada bimbingan kelompok) atau mengentaskan masalah pribadi anggota kelompok (pada konseling kelompok).
4)      tahap penyimpulan, yaitu tahapan kegiatan untuk melihat kembali apa ang sudah dilakukan dan dicapai oleh kelompok Peserta kelompok diminta melakukan refleksi berkenaan dengan kegiatan pembahasan yang baru saja
5)      penutupan/pengakhiran, yaitu merupakan tahapanakhir dari seluruh kegiatan. Kelompok merencanakan kegiatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok selaniutnya, dan salam hangat perpisahan. mereka ikuti.
4 Perbedaan antara Bimbingan Kelompok dan KonselingKelompok
            Perbedaan antara layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok tidaklah banyak. Letak perbedaan yang mendasar antara layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok adalah terfokus pada materi atau isi layanan yang disajikan dalam kegiatan layanannya. Layanan bimbingan kelompok bermaksud membahas topik. topik tertentu yang mengandung permasalahan aktual (hangat) dan menjadi perhatian anggota kelompolk. Melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan topik-topik itu mendorong pengenmbangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif dan bertanggung jawab Dalam hal ini kemampuan berkomunikasi verbal maupun non verbal anggota kelompok perlu untuk ditingkatkan dan dipupuk terus menerus oleh pemimpin kelompok.
Sementara itu, layanan konseling kelompok terfokus padapembahasan masalah pribadi individu peserta kegiatan layanan Melalui layanan konseling kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuansekaligus, yakni:
a.       terkembangkannya perasaan, pikiran, wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku yang bertanggung jawab, khususnya dalam bersosialisasi dan berkomunikasi, dan;
b.      terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu lain peserta layanan konseling kelompok.
 Dengan demikian ditegaskan bahwa dalam layanan bimbingan kelompok materi kegiatan yang dibahas adalah topik-topik umum yang menjadi kepedulian bersama anggota kelompok, sedangkan dalam layanan konseling kelompok materi kegiatan yang dibahas adalah masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Baik topik umum maupun masalah pribadi itu dibahasmelalui suasana dinamika kelompok yang intens dan konstruktif,diikuti oleh semua anggota di bawah bimbingan pemimpin kelompok(Konselor). Dengan kata lain bahwa, apabila layanan bimbingan kelompok berorientasi pada pengembangan wawasan, penghayatan, aspirasi, dan sikap terhadap materi topik-topik yang dibahas, orientasi konseling kelompok adalah terbahas dan terentaskanya masalah pribadi anggota kelompok yang bersangkutan.
Sementara itu, pada kegiatan konseling kelompok seluruh energy dan pikiran tercurahkan untuk nmembantu konseli/anggota kelompok yang memiliki masalah tertentu yang masalah tersebut dibahas dalamkegiatan konseling kelompok.
5. Keuntungan Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Kelompok
Elida P, (2010) menjelaskan beberapa keuntungan yang dapat dicapai anggota kelompok dalam melaksanakan bimbingan dankonseling kelompok, antara lain:
a.       sebagai wahana untuk menolong orang merubah sikap, keyakinan, perasaan anggota kelompok tentang diri mereka sendiri dan orang lain, serta tingkah laku secara keseluruhan;
b.      anggota kelompok dapat belajar gaya mereka dalamberhubungan dengan orang lain dan belajar keterampilan dalam membina keakraban yang efektif dengan orang lain;
c.       anggota kelompok dapat mendiskusikan persepsi atau pendapat mereka satu sama lain dan mau menerima masukan-masukan yang berharga tentang bagaimana yang seharusnya mereka diterima dalam kelompok;
d.      anggota kelompok dimungkinkan bertualang ke dalam dunia keseharian para anggota kelompok dengan berbagai cara, khususnya jika mereka berbeda minat, umur, perhatian, latar belakang, status sosial-ekonomi, dan tipe masalah;
e.        anggota kelompok memperoleh masukan tentang dirinya sendiri sehingga memahami diri sendiri dari sudut pandanganorang lain. Hal itu disebabkan konseling kelompok memiliki
f.        anggota kelompok memperoleh pemahaman dan sokongandari anggota kelompok untuk menjelajahi permasalahan yangdimunculkannya dalam kelompok;
g.      anggota kelompok memperoleh perasaan memiliki (sense of belonging) kelompok dan dengan interaksi yang akrab yangmakin berkembang dalam situasi kelompok maka mereka belajar cara berinteraksi yang penuh keakraban, memelihara hubungan positif dan cara memberikan sokongan. Akhirnya semua hal tersebut di atas kelompok untuk memutuskan perubahan apa yang ingin dibuatnya. Mereka dapat membandingkan persepsi mereka dengan persepsi orang lain tentang diri mereka sendiri dan kemudian memutuskan apa yang sepatutnya mereka putuskan tentang informasi itu. Intinyaanggota kelompok memperoleh pandangan yang jelas tentang ciri- ciri individu yang baik yang scharusnya dia seperti itu dan mengerti apa yang merintangi mereka menjadi orang seperti itu.

C. ASAS ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK
Munro, Manthei, & Small, (1979) menjelaskan bahwa kerahasiaan,kesukarelaan, dan keputusan diambil oleh klien sendiri merupakan tiga etika dasar dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling Dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok ketiga etika tersebut wajib diterapkan.
1.      Kerahasiaan .Segala sesuatu yang dibahas dan muncul dalam kegiatan kelompok hendaknya menjadi "rahasia kelompok" yang hanya boleh diketahui oleh anggota kelompok dan tidak disebarluaskan ke luar kelompok. Seluruh anggota kelompok hendaknya menyadari benar hal ini dan bertekad dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakannya. Aplıkasi asas kerahasiaan lebih dirasakan pentingnya dalam layanan konseling kelompok mengingat pokok bahasan adala masalah pribadi yang dialami anggota kelompok. Di sini posisi asas kerahasiaan sama posisinya seperti dalam layanan konseling perorangan. Konselor/pemimpin elompok dengan sungguh sungguh hendaknya memantapkan asas ini sehingga seluruh anggota kelompok berkomitmen penuh untuk melaksanakannya.
2.      Kesukarelaan ,Kesukarelaan anggota kelompok dimulai sejak awal rencana pembentukan kelompok oleh konselor/pemimpin kelompok. Kesukarelaan terus-menerus dibina melalui upaya konselor/ pemimpin kelompok dalam mengembangkan syarat-syarat kelompok yang efektif dan penstrukturan tentang layanan bimbingan kelompok.
3.      Asas-Asas lainnya(kegiatan, keterbukaan, kekinian dan kenormatifan) Dinamika kelompok dalam kegiatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok semakin intensif dan efektif apabila semua anggota kelompok secara penuh menerapkan asas kegiatan dan asas keterbukaan. Mereka secara aktif dan terbuka menampilkan diri tanpa rasa takut, malu ataupun ragu. Dinamika kelompok semakin tinggi, berisi, dan bervariasi. Masukan dan sentuhan semakin kaya dan terasa. Para peserta layanan bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok semakin dimungkinkan memperoleh hal-hal yang berharga dari layanan ini. Asas kekinian memberikan isi aktual dalam pembahasan yang dilakukan, anggota kelompok diminta mengemukakan hal-hal yang terjadi dan berlaku sekarang ini. Hal-hal atau pengalaman yang telah lalu dianalisis dan disangkut-pautkan untuk kepentingan pembahasan hal-hal yang terjadi dan berlaku sekarang. Hal-hal yang akan datang direncanakan sesuai dengan kondisi yang ada sekarang. Asas kenormatifan dipraktikkan berkenaan dengan cara-cara berkomunikasi dan bertata-krama dalam kegiatan kelompok, serta dalam mengemas isi bahasan. Sedangkan asas keahlian diperlihatkan oleh konselor/pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan kelompok untuk mengembangkan proses dan isi pembahasan secarakeseluruhan.
D. HAL UMUM TERKAIT PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK
1.      Layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok bukan sekedar kegiatan kelompok biasa, seperti darmawisata, arisan atau pertemuan-pertemuan lainnya. Kegiatan bimbingan kelompok atau konseling kelompok mengemban fungsi-fungs konseling (pemahaman, pencegahan, pengentasan masalah pengembangan dan pemeliharaan, dan advokasi) serta menerapkan prinsip dan asas-asas konseling, disertai berbagai teknik-teknik konselingnya
2.       Kegiatan bimbingan kelompok bukan berarti "membimbing kelompok" melainkan suatu layanan terhadap sejumlah konseling (dalam hal ini anggota kelompok) agar setiap konseli memperoleh manfaat tertentu dan/atau pengentasan masalah pribadi yang dialaminya. Fungsi "membimbing kelompok memang dilakukan oleh konselor/pemimpin kelompok; namun orientasinya bukan kelompok itu sebagai "sebuah satuan kelompok", melainkan pengembangan dinamika kelompok sebagai wahana untuk pengembangan individu anggota kelompok serta pengentasan masaiah-masalah mereka masing-masing.
3.      Kegiatan bimbingan kelompok atau konseling kelompok tidak sama dengan diskusi biasa atau rapat. Dalam bimbingan kelompok atau konseling kelompok memang dilakukan pembahasan permasalahan melalui semacam kegiatan berdiskusi, bertukar pendapat, menganalisis dan mengkritisi data, berbeda pendapat dan berargumentasi, namun semuanya itu bukan untuk sampai kepada kesimpulan atau keputusan yang dicantumkan pada notulen, melainkan secara dinamis dan konstruktif membina setiap anggota kelompok sesuai dengan tujuan layanan. Strategi berfikir, merasa, bersikap, bertindak, dan bertanggungjawab (BMB3) merupakan arah pengembangan diri bagi setiap anggota kelompok. Oleh karena itu dalam bimbingan kelompok atau konseling kelompok tidak diperlukan adanya laporan kelompok dengan notulennya.
4.      Layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok tidak sekedar memberikan informasi kepada anggota kelompok. Sebagai hasil layanan, para peserta bimbingan kelompok atau konseling kelompok memang menerima sejumlah informasi baru; namun lebih dari itu, para peserta kegiatan bimbingan kelompok atau konseling kelompok tidak sekedar menunggu pemberian informasi dari konselor/pemimpin kelompok, melainkan sangat aktif saling memberi dan menerima. Peranan konselor/pemimpin kelompok bukan lagi memberikan informasi kepada kelompok, melainkan secara arif dan bijaksana memimpin pengembangan dinamika kelompok yang mengaktifkan semua anggota kelompok. Apabila dalam layanan informasi konselor sangat aktif berbicara memberikan informasi, sebaliknya, dalam layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok Konselor/pemimpin kelompok hanya berbicara seperlunya, bahkan sedapat-dapat membatasi pembicaranya. Tuntutan agar anggota kelompok ber-BMB3 mendominasi kegiatan layanan.




Sumber : Folastri, Sisca.,& Rangka, Itsar B. 2016.  Prosedur Layanan Bimbingan & Konseling Kelompok. Bandung : Mujahid Press.
























No comments:

Post a Comment