Saturday, November 30, 2019

Konsep Dasar Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok


Association for Specialist in Group work (ASGW) divisi American Counseling  Association (ACA) membagi empat prosedur layanan terhadap peserta didik dalam kegiatan kelompok, yaitu group guidance, counceling/interpersonal problem solving, psychotherapy / personality reconstruction, dan task / work group (Javobs, et all, 2012:5).
Layanan bimbingan dan konseling dapat diselenggarakan, baik secara perorangan maupun kelompok. Secara perorangan layanan konseling dilakukan melalui konseling perorangan atau layanan konsultasi sedangkan secara kelompok melalui layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok. Dari keempat prosedur tersebut di atas, maka pembahasan dalam buku ini difokuskan pada bimbingan kelompok dan konseling kelompok.
Layanan bimbingan  kelompok dan konseling kelompok merupakan suatu perkembangan profesional yang menjanjikan peningkatan kuantitas dan kualitas komunikasi pribadi. Anggota kelompok dapat berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan konselor (pemimpin kelompok) tentang apa saja yang menjadi minat dan kebutuhan mereka. Mereka belajar satu sama lain tentang diri mereka sendiri dan anggota kelompok lainnya. Mereka belajar untuk tidak merasa cemas dalam menyatakan permasalahan atau keprihatinan mereka secara jujur terkait dengan perasaan mereka dan kebutuhan serta perasaan orang lain.
A.      Arti Bimbingan Dan Konseling Kelompok
1.       Bimbingan Kelompok dan Koneling Kelompok sebagai Layanan Primadona
Pemberian layanan dan bimbingan konseling seacar tradisional adalah dengan tatap muka secara perorangan. Cara ini hingga sekarang masih terus digunakan dalam layanan konseling perorangan (individual) maupun layanan konsultasi yang telah terbukti  elah memberikan banyak kontribusi pada keberhasilan konseli untuk mandiri pada khususnya dan perkembangan bimbingan dan  konseling dari waktu ke waktu umumnya.

Namun, cara seperti ini (konseling perorangan dan layanan konsultasi) menimbulkan persoalan tersendiri. Masalah utama yang dihadapi adalah terkait kuantitas dan kualitas pelayanan konseling yang diberikan oleh konselor yang cenderung mengalami penurunan akibat timbulnya kelelahan fisik dan psikologis akibat melayani klien / konseli satu per satu secara terusmenerus dengan waktu yang begitu terbatas.

Penyikapan terhadap persoalanini dapat diatasi dengan cara beristirahat yang cukup. Akan tetapi, kondisi yang demikia akan tetap berlanjut jika belum ditemukan cara untuk mengakomodasi permintaan (demand) terhadap pelayanan bimbingan dan konseling dengan jumlah yang besar.

Pemberian layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok dan konseling kelompok oleh tenaga ahli konseling profesional dewasa ini telah berkembang dengan pesat bahkan menjai layanan “primadona” di setting sekolah, embaga perguruan tinggi, masyarakat. Lembga pemerintahan, dan lembaga kemasyarakatan lainnya. Hal ini dipicu oleh kenyataan – kenyataan bahwa :
a.       Dari sisi kuantitas, pelayanan bimbingan kelompok dan / atau konseling kelompok dapat dilaksanakan jumlah peserta yang cukup besar;
b.      Dari sisi efisiensi, pelayanan bimbingan kelompok dan / atau kelompok memanfaatkan waktu untuk memberikan pelayanan sekaligus kepada beberapa konseli / sasaran layanan;
c.       Dari sisi strategi, pelayanan bimbingan konseling dan atau konseling kelompok menawarkan cara pelayanan bimbingan dan konseling yang “murah”, terjangkau dan menyenangkan;
d.      Dari sisi suasana kegiatan, pelayanan bimbingan konseling dan atau konseling kelompok mengedepankan situasi kebersamaan yang lebih kental sehingga mendorong perkembangan positif konseli / anggota kelompok menuju perubahan kea ah yang lebih baik;
e.      Dari sisi kualitas dan atau efektivitas pelayanan, yakni konselor menjadi lebih terbantu dengan adanya dinamika kelompok yang memberikan masukan/ input yang konstruktif hingga mencapai tujuan pelayanan bimbingan dn konseling yang maksimal;
f.        Dari sisi materi layanan yang diberikan, pelayanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok menawarkan variasi materi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anggota kelompok (klien/konseli) berdasarkan kesepakatan bersama.
Banyak orang bertanya “mana yang lebih baik, bimbingan dan konseling kelompok atau konseling perorangan?”. Sesungguhnya pertanyaan tersebut sulit untuk dijawab karena pandangan dan kondisi setiap orang yang sangat berbeda. Kadang – kadang salah satu diantara bimbingan dan / atau konseling kelompok atau konseling perorangan yang terbaik. Bagi kebanyakan orang, melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling dalam kelompok dapat cukup berharga karena anggota kelompok mendapatkan pasukan dari orang lain, ditambah mereka belajar lebih dari mendengarkan daripada berbicara. Di banyak contoh dengan remaja, kegiatan bimbingan dan konseling kelompok lebih baik daripada individu konseling karena remaja akan sering berbicara lebih mudah untuk remaja lainnya dibandingkan dengan orang orang dewasa (Humphrey, 2009; Worde, 2009; dalam Jacobs, 2012 : 19).
2.       Pengertian Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok
Bimbingan kelompok dan konseling kelompok merupakan salah satu jenis layanan dalam bimbingan dan konseling yang memanfaatkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan / atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.

Layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok dapat diselenggarakan dimana saja, di dalam ruangan ataupun luar ruangan, di sekolah atau di luar sekolah, dirumah salah seorang peserta atau di rmah konselor, di suatu kantor atau lembaga tertentu, atau diruang praktik pribadi konselor. Dimana pun kedua jenis layanan itu dilaksanakan, harus terjamin bahwa dinamika kelompok dapat berkembang dengan sebaik – baiknya untuk mencapai tujuan layanan.

Layanan bimbingan kelompok membahas topic – topic umum yang menjadi kepedulian bersama anggota kelompok, sedangkan dalam layanan konseling kelompok membahas masalah pribadi yang dialami oleh masing – masing anggota kelompok. Pembahasan topic tersebut melalui suasana dinamika kelompok yang intensif dan konstruktif, diikuti oleh semua anggota dibawah bimbingan pemimpin kelompok (konselor).

Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri masing masing anggota kelompok. Kegiatan bimbingan kelompok pada umumnya menggunakan prinsip dinamika krlompok, seperti dalam kegiatan sosiodrama, role playing, dan teknik lainnya yang berkaitan dengan kegiatan kelompok.

Isi kegiatan bimbingan kelompok terdiri atas penyampaian informasi yang berkenaan dengan masalah umum yaitu permasalahan yang sedang hangat diperbincangkan baik yang di dengar dan dilihat dari media masa (cetak maupun media elektronik), dan berasal dari lingkungan sekitar. Informasi yang diberikan dalam kegiatan bimbingan kelompok itu terutama dimaksudkan untuk memperbaiki dan mengembangkan pemahaman diri dan pemahaman mengenai orang lain, sedangkan perubahan sikap merupakan tujuan yang tidak langsung dari kegiatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok. Sejalan dengan pendapat tersebt Prayitno (1995) mengemukakan bahwa bimbingan kelompok dapat pula sebagai media pemberian informasi kepada sekelompok individu.

Dalam bimbingan kelompok peranan dinamika kelompok tidaklah kurang dibandingkan dengan perananya dalam konseling kelompok. Para peserta yang langsung terlibat dan menjalani dinamika kelopok dalam bimbingan kelompok juga aakan dapat mencapai tujuan ganda, yaitu : (1)  mendapat kesempatan untuk memperkembangkan diri untuk diperolehnya kemampuan – kemampuan sosial,pengalaman, informasi, wawasan, pemahaman nilai dan sikap, serta (2) berbagai alternative yang akan memperkaya dan mungkin bahkan dapat mereka praktikkan dalam hidup sehari – hari. Perolehan yang mengandung unsur – unsur kognitif, afektif, konatif dan kemampuan – kemampuan tertentu dapat dicapai melalui kegiatan pembahsan dan / atau pendalaman masalah – masalah atau topic yang bersifat umum.

3.       Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok
Idealnya, anggota kelompok yang memutuskan sendiri tujuan khusus yang ingin dicapai untuk kepentingan mereka sendiri yang akan menjadi pengalaman mereka dalam kelompok. Akan tetapi, secara umum layanan bibingan dan / atau kelompok bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi individu, khususnya komunikasi peserta layanan serta pemecahan maslah pribadi yang mengganggu. Dalam kaitan ini, sering menjadi kenyataan bahwa kemampuan bersosialisasi/ berkomunikasi seseorang seringkal terganggu oleh perasaan, pikiran, presepsi, wawasan dan sikap yang tidak objektif, sempit dan terkungkung serta tidak efektif (Prayitno, 2012).
Ada sejumlah tujuan yang akan dicapai oleh anggota kelompok melalui layanan konseling kelompok, yaitu :
a.       Belajar memahami diri sendiri dan orang lain;
b.      Menemukan berbagai kemungkinan cara menghadapi persoalan – persoalan pengembangan dan upaya mengentaskan konflik – konflik tertentu;
c.       Meningkan kemampuan mengontrol diri sendiri, mandiri dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain;
d.      Membuat perencanaan yang khusus untuk mengubah tingkah laku tertentu dan dengan kesadaran diri sendiri sungguh – sungguh (to commund) untuk sepenuhnya menjalankan rencana itu.
e.      Belajar keterampilan sosial yang efektif
f.        Belajar melakukan konfrontasi orang lain dengan cara yang bekelembutan, perhatian, keramahan dan terkendali, serta;
g.       Berubah dari hidup semata – mata untuk menjadi seperti apa yang diharapkan atau dimaui orang lain menjadi hidup sesuai dengan diharapkan diri sendiri yang penuh dengan berkah.
Melalui layanan bimbingan konseling dan/ atau konseling kelompok hal hal yang mengganggu atau mengjimpit perasaan dapat diungkapkan, diringankan melalui berbagai cara; pikiran yang suntuk, buntu dicairkan dan didinamikakan melalui berbagai masukan dan tanggapan baru; presepsi dan wawasan yang menyimpang dan atau sempit diluruskan dan diperluas melalui pencairan pikiran, penyandaran dan penjelasan; sikap yang tidak objektif, terkungkung dan tidak terkendali, serta tidak efektif digugat dan didobrak; kalu perlu diganti dengan yang hal – hal baru yang lebih efektif.
4.       Manfaat Layanan Bimbingan dan Konselig Kelompok
Elide P, (2010) menjelaskan beberapa manfaat yang isa didapatkan oleh anggota kelompok melalui layanan bimbingan kelompok dan konsling kelompok antara lain adalah :
a.       Memperoleh pemahaman tentang diri sendiri dan perkembangan identitas diri yang sifatnya unik;
b.      Meningkatkan penerimaan diri sendiri, kepercayaan diri, dan penghargaan terhadap diri dan lingkungan sekitar;
c.       Memiliki kesensitifan yang tinggi terhdap kebutuhan dan perasaan orang lain;
d.      Memahami kebutuhan dan permasalahan yang dirasakan secara bersama oleh anggota kelompok yang dikembangkan menjadi perasaan yang bersifat universal;
e.      Memahami nilai – nialai yang berlaku dan hidup dengan tuntutan nilai – nialai tersebut, dan;
f.        Mampu menentukan satu pilihan yang tepat dan dilakukan dengan cara yang arif bikjaksana.
Berdasarkan uraian sebelumnya, maka sesungguhnya sangat banyak manfaat yang dapat dipetik berdasarkan tujuan pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan kelompok dan/atau konseling kelompok. Apabila para anggota kelompok mendapatkan semua manfaat tersebut dapat dipastikan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling telah tercapai dengan maksimal. Peran konselor/ pemimpin kelompok disini sangatlah vital dalam membawa kegiatan kelompok.
Sumber : Folastri, Sisca.,& Rangka, Itsar B. 2016.  Prosedur Layanan Bimbingan & Konseling Kelompok. Bandung : Mujahid Press.

No comments:

Post a Comment