Association for Specialist in Group work (ASGW) divisi American Counseling Association (ACA) membagi empat prosedur
layanan terhadap peserta didik dalam kegiatan kelompok, yaitu group guidance, counceling/interpersonal
problem solving, psychotherapy / personality reconstruction, dan task / work
group (Javobs, et all, 2012:5).
Layanan
bimbingan dan konseling dapat diselenggarakan, baik secara perorangan maupun
kelompok. Secara perorangan layanan konseling dilakukan melalui konseling
perorangan atau layanan konsultasi sedangkan secara kelompok melalui layanan
bimbingan kelompok atau konseling kelompok. Dari keempat prosedur tersebut di
atas, maka pembahasan dalam buku ini difokuskan pada bimbingan kelompok dan
konseling kelompok.
Layanan
bimbingan kelompok dan konseling
kelompok merupakan suatu perkembangan profesional yang menjanjikan peningkatan
kuantitas dan kualitas komunikasi pribadi. Anggota kelompok dapat berinteraksi
dan berkomunikasi satu sama lain dengan konselor (pemimpin kelompok) tentang
apa saja yang menjadi minat dan kebutuhan mereka. Mereka belajar satu sama lain
tentang diri mereka sendiri dan anggota kelompok lainnya. Mereka belajar untuk
tidak merasa cemas dalam menyatakan permasalahan atau keprihatinan mereka
secara jujur terkait dengan perasaan mereka dan kebutuhan serta perasaan orang
lain.
A.
Arti Bimbingan Dan Konseling
Kelompok
1. Bimbingan Kelompok dan Koneling
Kelompok sebagai Layanan Primadona
Pemberian layanan dan
bimbingan konseling seacar tradisional adalah dengan tatap muka secara
perorangan. Cara ini hingga sekarang masih terus digunakan dalam layanan
konseling perorangan (individual) maupun layanan konsultasi yang telah
terbukti elah memberikan banyak
kontribusi pada keberhasilan konseli untuk mandiri pada khususnya dan
perkembangan bimbingan dan konseling
dari waktu ke waktu umumnya.
Namun, cara seperti ini
(konseling perorangan dan layanan konsultasi) menimbulkan persoalan tersendiri.
Masalah utama yang dihadapi adalah terkait kuantitas dan kualitas pelayanan
konseling yang diberikan oleh konselor yang cenderung mengalami penurunan
akibat timbulnya kelelahan fisik dan psikologis akibat melayani klien / konseli
satu per satu secara terusmenerus dengan waktu yang begitu terbatas.
Penyikapan terhadap
persoalanini dapat diatasi dengan cara beristirahat yang cukup. Akan tetapi,
kondisi yang demikia akan tetap berlanjut jika belum ditemukan cara untuk
mengakomodasi permintaan (demand) terhadap pelayanan bimbingan dan konseling dengan
jumlah yang besar.
Pemberian layanan
bimbingan kelompok dan konseling kelompok dan konseling kelompok oleh tenaga
ahli konseling profesional dewasa ini telah berkembang dengan pesat bahkan
menjai layanan “primadona” di setting sekolah, embaga perguruan tinggi,
masyarakat. Lembga pemerintahan, dan lembaga kemasyarakatan lainnya. Hal ini
dipicu oleh kenyataan – kenyataan bahwa :
a. Dari sisi kuantitas, pelayanan
bimbingan kelompok dan / atau konseling kelompok dapat dilaksanakan jumlah
peserta yang cukup besar;
b. Dari sisi efisiensi, pelayanan
bimbingan kelompok dan / atau kelompok memanfaatkan waktu untuk memberikan
pelayanan sekaligus kepada beberapa konseli / sasaran layanan;
c. Dari sisi strategi, pelayanan
bimbingan konseling dan atau konseling kelompok menawarkan cara pelayanan
bimbingan dan konseling yang “murah”, terjangkau dan menyenangkan;
d. Dari sisi suasana kegiatan,
pelayanan bimbingan konseling dan atau konseling kelompok mengedepankan situasi
kebersamaan yang lebih kental sehingga mendorong perkembangan positif konseli /
anggota kelompok menuju perubahan kea ah yang lebih baik;
e. Dari sisi kualitas dan atau
efektivitas pelayanan, yakni konselor menjadi lebih terbantu dengan adanya
dinamika kelompok yang memberikan masukan/ input yang konstruktif hingga
mencapai tujuan pelayanan bimbingan dn konseling yang maksimal;
f.
Dari
sisi materi layanan yang diberikan, pelayanan bimbingan kelompok dan konseling
kelompok menawarkan variasi materi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan
anggota kelompok (klien/konseli) berdasarkan kesepakatan bersama.
Banyak orang bertanya “mana yang lebih baik, bimbingan dan konseling
kelompok atau konseling perorangan?”. Sesungguhnya pertanyaan tersebut sulit
untuk dijawab karena pandangan dan kondisi setiap orang yang sangat berbeda. Kadang
– kadang salah satu diantara bimbingan dan / atau konseling kelompok atau
konseling perorangan yang terbaik. Bagi kebanyakan orang, melaksanakan kegiatan
bimbingan dan konseling dalam kelompok dapat cukup berharga karena anggota
kelompok mendapatkan pasukan dari orang lain, ditambah mereka belajar lebih
dari mendengarkan daripada berbicara. Di banyak contoh dengan remaja, kegiatan
bimbingan dan konseling kelompok lebih baik daripada individu konseling karena
remaja akan sering berbicara lebih mudah untuk remaja lainnya dibandingkan
dengan orang orang dewasa (Humphrey, 2009; Worde, 2009; dalam Jacobs, 2012 :
19).
2. Pengertian Bimbingan Kelompok dan Konseling
Kelompok
Bimbingan kelompok dan
konseling kelompok merupakan salah satu jenis layanan dalam bimbingan dan
konseling yang memanfaatkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang
berguna bagi pengembangan pribadi dan / atau pemecahan masalah individu yang menjadi
peserta kegiatan kelompok.
Layanan bimbingan
kelompok dan layanan konseling kelompok dapat diselenggarakan dimana saja, di
dalam ruangan ataupun luar ruangan, di sekolah atau di luar sekolah, dirumah
salah seorang peserta atau di rmah konselor, di suatu kantor atau lembaga
tertentu, atau diruang praktik pribadi konselor. Dimana pun kedua jenis layanan
itu dilaksanakan, harus terjamin bahwa dinamika kelompok dapat berkembang
dengan sebaik – baiknya untuk mencapai tujuan layanan.
Layanan bimbingan
kelompok membahas topic – topic umum yang menjadi kepedulian bersama anggota
kelompok, sedangkan dalam layanan konseling kelompok membahas masalah pribadi
yang dialami oleh masing – masing anggota kelompok. Pembahasan topic tersebut
melalui suasana dinamika kelompok yang intensif dan konstruktif, diikuti oleh
semua anggota dibawah bimbingan pemimpin kelompok (konselor).
Bimbingan kelompok
dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri
masing masing anggota kelompok. Kegiatan bimbingan kelompok pada umumnya
menggunakan prinsip dinamika krlompok, seperti dalam kegiatan sosiodrama, role
playing, dan teknik lainnya yang berkaitan dengan kegiatan kelompok.
Isi kegiatan bimbingan
kelompok terdiri atas penyampaian informasi yang berkenaan dengan masalah umum
yaitu permasalahan yang sedang hangat diperbincangkan baik yang di dengar dan
dilihat dari media masa (cetak maupun media elektronik), dan berasal dari
lingkungan sekitar. Informasi yang diberikan dalam kegiatan bimbingan kelompok
itu terutama dimaksudkan untuk memperbaiki dan mengembangkan pemahaman diri dan
pemahaman mengenai orang lain, sedangkan perubahan sikap merupakan tujuan yang
tidak langsung dari kegiatan bimbingan kelompok dan konseling kelompok. Sejalan
dengan pendapat tersebt Prayitno (1995) mengemukakan bahwa bimbingan kelompok
dapat pula sebagai media pemberian informasi kepada sekelompok individu.
Dalam bimbingan kelompok
peranan dinamika kelompok tidaklah kurang dibandingkan dengan perananya dalam
konseling kelompok. Para peserta yang langsung terlibat dan menjalani dinamika
kelopok dalam bimbingan kelompok juga aakan dapat mencapai tujuan ganda, yaitu
: (1) mendapat kesempatan untuk
memperkembangkan diri untuk diperolehnya kemampuan – kemampuan sosial,pengalaman,
informasi, wawasan, pemahaman nilai dan sikap, serta (2) berbagai alternative yang
akan memperkaya dan mungkin bahkan dapat mereka praktikkan dalam hidup sehari –
hari. Perolehan yang mengandung unsur – unsur kognitif, afektif, konatif dan
kemampuan – kemampuan tertentu dapat dicapai melalui kegiatan pembahsan dan /
atau pendalaman masalah – masalah atau topic yang bersifat umum.
3. Tujuan Layanan Bimbingan dan
Konseling Kelompok
Idealnya, anggota
kelompok yang memutuskan sendiri tujuan khusus yang ingin dicapai untuk
kepentingan mereka sendiri yang akan menjadi pengalaman mereka dalam kelompok. Akan
tetapi, secara umum layanan bibingan dan / atau kelompok bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan sosialisasi individu, khususnya komunikasi peserta
layanan serta pemecahan maslah pribadi yang mengganggu. Dalam kaitan ini,
sering menjadi kenyataan bahwa kemampuan bersosialisasi/ berkomunikasi seseorang
seringkal terganggu oleh perasaan, pikiran, presepsi, wawasan dan sikap yang
tidak objektif, sempit dan terkungkung serta tidak efektif (Prayitno, 2012).
Ada sejumlah tujuan yang
akan dicapai oleh anggota kelompok melalui layanan konseling kelompok, yaitu :
a. Belajar memahami diri sendiri dan
orang lain;
b. Menemukan berbagai kemungkinan cara
menghadapi persoalan – persoalan pengembangan dan upaya mengentaskan konflik –
konflik tertentu;
c. Meningkan kemampuan mengontrol diri sendiri,
mandiri dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain;
d. Membuat perencanaan yang khusus
untuk mengubah tingkah laku tertentu dan dengan kesadaran diri sendiri sungguh –
sungguh (to commund) untuk sepenuhnya menjalankan rencana itu.
e. Belajar keterampilan sosial yang
efektif
f.
Belajar
melakukan konfrontasi orang lain dengan cara yang bekelembutan, perhatian,
keramahan dan terkendali, serta;
g. Berubah dari hidup semata – mata untuk
menjadi seperti apa yang diharapkan atau dimaui orang lain menjadi hidup sesuai
dengan diharapkan diri sendiri yang penuh dengan berkah.
Melalui layanan bimbingan konseling dan/ atau konseling kelompok hal hal
yang mengganggu atau mengjimpit perasaan dapat diungkapkan, diringankan melalui
berbagai cara; pikiran yang suntuk, buntu dicairkan dan didinamikakan melalui
berbagai masukan dan tanggapan baru; presepsi dan wawasan yang menyimpang dan
atau sempit diluruskan dan diperluas melalui pencairan pikiran, penyandaran dan
penjelasan; sikap yang tidak objektif, terkungkung dan tidak terkendali, serta
tidak efektif digugat dan didobrak; kalu perlu diganti dengan yang hal – hal baru
yang lebih efektif.
4. Manfaat Layanan Bimbingan dan
Konselig Kelompok
Elide P, (2010)
menjelaskan beberapa manfaat yang isa didapatkan oleh anggota kelompok melalui
layanan bimbingan kelompok dan konsling kelompok antara lain adalah :
a. Memperoleh pemahaman tentang diri
sendiri dan perkembangan identitas diri yang sifatnya unik;
b. Meningkatkan penerimaan diri
sendiri, kepercayaan diri, dan penghargaan terhadap diri dan lingkungan
sekitar;
c. Memiliki kesensitifan yang tinggi
terhdap kebutuhan dan perasaan orang lain;
d. Memahami kebutuhan dan permasalahan
yang dirasakan secara bersama oleh anggota kelompok yang dikembangkan menjadi
perasaan yang bersifat universal;
e. Memahami nilai – nialai yang berlaku
dan hidup dengan tuntutan nilai – nialai tersebut, dan;
f.
Mampu
menentukan satu pilihan yang tepat dan dilakukan dengan cara yang arif
bikjaksana.
Berdasarkan uraian sebelumnya, maka sesungguhnya sangat banyak manfaat
yang dapat dipetik berdasarkan tujuan pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan kelompok
dan/atau konseling kelompok. Apabila para anggota kelompok mendapatkan semua
manfaat tersebut dapat dipastikan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling
telah tercapai dengan maksimal. Peran konselor/ pemimpin kelompok disini
sangatlah vital dalam membawa kegiatan kelompok.
Sumber : Folastri, Sisca.,&
Rangka, Itsar B. 2016. Prosedur Layanan
Bimbingan & Konseling Kelompok. Bandung : Mujahid Press.