PERKEMBANGAN MASA DEWASA MADYA DAN AKHIR
A. Perkembangan
dan proses menjadi tua
Sekarang sudah
umum diakui bahwa suatu perkembangan tidak berhenti pada waktu orang mencapai
kedewasaan fisik pada remaja atau kedewasaan sosial pada masa dewasa awal.
Selama manusia berkembang terjadi perubahan-perubahan.
Perubahan
tersebut terjadi pada fungsi biologis dan motoris, pengamatan dan berpikir,
motif-motif dan kehidupan afeksi, hubungan sosial serta integritas masyarakat.
Perubahan fisik yang menyebabkan seseorang berkurang harapan hidupnya disebut
proses menjadi tua. Proses ini merupakan sebagian dari pada keseluruhan proses
menjadi tua. Proses menjadi tua ini banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor
kehidupan bersama dan faktor pribadi orang itu sendiri, yaitu regulasi diri
sendiri.
Perkembangan dalam
arti tumbuh, bertambah besar, mengalami deferensiasi, yaitu sebagai proses
perubahan yang dinamis pada masa dewasa berjalan bersama dengan keadaan menjadi
tua. Thomae (1968) berpendapat bahwa proses menjadi tua merupakan suatu
struktur perubahan yang mengandung berbagai macam dimensi. Ia menyebutkan
mengenai:
1) Proses
biokemis dan fisiologis yang oleh Burger disebut “proses penuaan primer”, dalam
daerah batas psikofisiologis
2) Proses
fisiologis atau timbulnya penyakit-penyakit
3) Perubahan
fungsional-psikologis
4) Perubahan
kepribadian dalam arti sempit
5) Penstrukturan
kembali dalam hal sosial psikologis yang berhubungan dengan bertambahnya usia
6) Perubahan
yang berhubungan dengan kenyataan bahawa orang tidak hanya mengalami keadaan
menjadi tua ini, melainkan bahwa seseorang juga mengambil keadaan menjadi tua
ini, melainkan bahwa seseorang juga mengambil sikap terhadap keadaan tersebut
Sebagian
besar tugas perkembangan usia lanjut lebih banyak berkaitan dengan kehidupan
pribadi seseorang daripada kehidupan orang lain. Orangtua diharapkan untuk menyesuaikan diri
dengan menurunnya kekuatan, dan menurunnya kesehatan secara bertahap. Hal ini
sering diartikan sebagai perbaikan dan perubahan peran yang pernah dilakukan di
dalam maupun di luar rumah. Mereka jųga diharapkan untuk mencari kegiatan untuk
mengganti tugas-tugas terdahulu yang menghabiskan sebagian besar waktu kala
mereka masih muda.
Bagi
beberapa orang berusia lanjut, kewajiban untuk menghadiri rapat yang menyangkut
kegiatan sosial dan kewajiban sebagai warga negara sangat sulit dilakukan
karena kesehatan dan pendapatan mereka menurun setelah pensiun. Akibatnya,
mereka sering terpaksa mengundurkan diri dari kegiatan sosial. Akibat dari
menurunnya tingkat kesehatan dan pendapatan, maka mereka perlu menjadwalkan dan
menyusun kembali pola hidup yang sesuai dengan keadaan saat itu, yang sering
sangat berbeda dengan apa yang dilakukan pada masa lalu.
Cepat
atau lambat, sebagian besar orang berusia lanjut perlu mempersiapkan dan
menyesuaikan diri dengan peristiwa kematian suami atau istri. Kejadian seperti
ini jauh lebih mênjadi masalah bagi wanita dibanding pria. Kematian suami bagi
wanita sering berarti berkurangnya pendapatan dan timbulnya bahaya karena hidup
sendiri, sehingga perlu melakukan perubahan dalam aturan hidup.
B. Fase-fase
perkembangan pada usia dewasa
a. Struktur
dalam rentang kehidupan
Dalam masyarakat yang maju maka usia
tidak merupakan standar tingkah laku terutama pada masa sesudah remaja. Namun
fenomena “social clock” belum seluruhnya hilang. Masyarakat masih menaruh
pengharapan tertentu mengenai tingkah laku yang sesuai untuk usia-usia
tertentu. Pengharapan masyarakat ini internalisasikan oleh individu, dengan
demikian masa seseorang yang diharapkan melakukan tugas tertentu dapat
merasakan apakah ia telah melakukan pada waktu yang tepat atau pada waktu yang
kurang tepat.
Menjadi nenek atau kakek pada usia 50
tahun dianggap tepat waktu, mempunyai cucu pertama pada usia 75 tahun dianggap
“terlambat”. Diduga bahwa pengharapan masyarakat yang terlibat pada “sosial
clock” tadi akan banyak berubah, misalnya menjadi kakek atau nenek pada usia
diatas 50 tahun akan dianggap normal.
b. Dua
jenis teori pentahapan
a. Erikson
Fase ketujuh meliputi bagian yang
terpenting dalam hidup seseorang. Dalam fase ini orang bertanggung jawab
terhadap generasi berikutnya. Ayah dan ibu bertanggung jawab akan pembinaan
generasi muda. Sebaliknya generasi tua dalam hubungan timbal balik dengan
generasi muda memperoleh pengalaman yang berguna bagi pengembangan dirinya
sendiri. Fase menjadi orang tua merupakan fase produktif dan kreatif. Di
samping mendidik generasi muda maka tingkah laku yang kreatif dalam
mengembangkan kultur atau kebudayaan merupakan salah satu wujud generativitas,
kemungkinan yang lain adalah stagnasi atau sikap terpaku dan berhenti
disebabkan oleh sikap yang egosentris. Mereka yang berhasil dalam proses
psikososial dalam fase ketujuh ini menurut Erikson akan betul-betul mampu untuk
pengasuhan yang sungguh-sungguh berarti.
b. Levinson
Levinson membedakan empat periode
kehidupan yaitu:
1) Masa
anak dan masa remaja (0-22 tahun)
2) Masa
dewasa awal (17-45 tahun)
3) Masa
dewasa madya (40-65 tahun)
4) Masa
dewasa akhir (60 tahun ke atas)
Antara
17-22 tahun seseorang ada dalam dua masa
yaitu masa pra-dewasa dan memasuki masa dewasa awal. Periode pertama adalah
periode pengenalan dengan dunia orang dewasa (22-28 tahun). Orang mengakui
dirinya sendiri serta dunia yang ia masuki dan berusaha untuk membentuk
struktur kehidupan yang stabil.
Dalam
fase kemantapan (33-40 tahun) orang dengan keyakinan mantap menemukan tempatnya
dalam masyarakat dan berusaha untuk memajukan karir sebaik-baiknya. Pada usia
40 tahun tercapailah masa kedewasaan.
Proses
individuasi yang bermula pada kelahiran, dalam masa peralihan ini dibangunlah
struktur kehidupan baru yang berlangsung sampai fase penghidupan yang
berikutnya, yaitu permulaan dewasa madya (45-50 tahun). Fase berikutnya (50-55
tahun) seringkali merupakan krisis bila seseorang tidak sepenuhnya berhasil
dalam penstrukturan kembali hidupnya pada peralihan ke dewasa madya. Sesudah
itu datanglah masa puncak (55-60 tahun) yang sekaligus menandai masuk ke dalam
masa dewasa akhir.
·
Perkembangan Fisik
1.
Kesehatan
Badan
Pada
masa tua atau masa dewasa akhir , sejumlah perubahan dalam fisik sebagai akibat
dari proses penuaan. Diantara perubahan-perubahan fisik yang paling kentara
pada masa tua ini terlihat perubahan seperti rambut menjadi jarang dan beruban,
kulit mengering dan mongering, gigi hiang dan gusi menyusut , konfigurasi wajah
yang berubah; tulang belakang menjadi bungkuk. Kekuatan dan ketangkasan fisik,
tulang-tulang menjadi rapuh, mudah patah dan dapat diperbaiki kembali. System
kekebalan tubuh melemah sehingga orang tua rentan terhadap berbagai penyakit
seperti kanker dan radang paru-paru.
2.
Perkembangan
Sensori
Perubahan
–perubahan sensori fisik melibatkan indera penglihatan,indera pendengaran,
indera perasa, indera pencium, dan indera peraba. Peruabahan dalam indera
penglihatan pada masa dewasa akhir misalnya tampak berkurangnya ketajaman
penglihatan dan melambatkan adaptasi terhadap perubahan cahaya. Biji mata
menyusut dan lensanya menjadi kurang jernih, sehingga jumlah cahaya yang
diperoleh retina berkurang. Retina orang usia 65 tahun hanya mampu menerima
jumlah cahaya sepertiga dari jumlah cahaya yang diperoleh nya pada usia 20
tahun. Demikian juga dengan hal nya pendengaran, diperkirakan sekitar 75% dari
usia 75-79 tahun mengalami berbagai jenis permasalahan pendengaran dan sekitar
15% populasi 65 tahun diatas mengalami ketulian. Sementara itu, penurunan juga
terlihat pada kepekaan terhadap rasa dan bau. Dalam hal ini, kepekaan terhadap
rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan kepekaan terhadap rasa
manis dan asin.
3.
Perkembangan
Otak
Pada
usia tua, sejumlah neuron , unit-unit sel dasar dari system saraf menghilang . menurut
hasil sejumlah penelitian, kehilangan neuron itu diperkirakan mencapai 50%
selama tahun-tahun masa dewasa. Tetapi penelitian lain memperkirakan kehilangan
itu lebih sedikit. Bagaimanapun juga diperkirakan bahwa 5 hingga 10% dari
neuron kita berhenti tumbuh sampai kita mencapai usia 70 tahun. Setelah itu,
hilangnya neuron akan semakin cepat.
·
Perkembangan Kognitif
1.
Perkembangan
Memori
Kemerosotan
fungsi kognitif pada masa tua pada umumnya merupakan sesuatu yang tidak dapat
dielakkan, karena disebakan oleh berbagai factor seperti penyakit kekacauan
otak (Alzheimer) atau karena kecemasan dan despresi. Akan tetapi, hal ini bukan
berarti bahwa kemapuan kognitif tidak dapat di pertahankan dan di tingkatkan.
Kunci untuk memelihara keterampilan kognitif terletak pada pemberian beberapa
rangsangan intelektual. Oleh kerna itu, sebenarnya orang tua sangat membutuhkan
suatu lingkungan perangsang dalam rangka mengasah dan memelihara
keterampilan-keterampilan kognitif mereka serta mengantisipasi terjadinya
kepikunan.
2.
Perkembangan
Intelegensi
Studi
thorndike menunjukan bahwa kemunduran
kemampuan intelektual pada orang dewasatidak disebabkan oleh factor usia
melainkan factor-faktor lain. Tiga factor penyebab terjadinya kemunduran
kemampuan belajar orang dewasa. Pertama, ketiadaan kapasitas dasar orang dewasa
tidak akan memiliki kemampuan bila
belajar pada usia muda juga tidak
memliliki kemampuan belajar yang memadai. Kdua, terlampau lamanya tidak
melakukan aktivitas-aktivitas yang bersiat intelektual. Artinya orang-orang
yang telah berhenti membaca bacaan-bacaan yang berat. Ketiga, factor budaya
terutama cra-cara seseorang memberikan
sambutan seperti kebiasaan, cita-cita, sikap dan prasangka yang telah mengakar,
sehingga setiap usaha yang untuk mempelajari cara sambutan yang baru akan
mendapat tantangan yang kuat.
·
Perkembangan Psikososial
1.
Perkembangan
Keintiman
Keintiman
dapat diartikan sebagai kemampuan memperhatikn orang lain dan membagi
pengalaman pada mereka. Menurut erikson, pembentukan hubungan intim ini
merupakan tantangan utama yang dihadapi orang dewasa . pada masa dewasa ini
orang-orang telah siap dan ingin menyatukan indentitasnya dengan orang lain.
Mereka mendambakan hubungan-hubungan yang intim-akrab dilandasi rasa
persaudaraan, serta siap mengembangkan daya-dayabyang dibutuhkan untuk memenuhi
komitmen-komitmen ini sekalipun mereka berkorban untuk itu.
2.
Perkembangan
Generativitas
Generativitas
adalah tahap perkembangan psikososial yang dialami individu selama pertengahan
masa dewasa. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan. Makan kepribadian
akan mundur, mengalami pemiskinan dan stagnasi.orang yang berusia 40 tahun keatas
secara mental juga mulai mempersiapkan diri untuk sewaktu-waktu menghadapi
persoalan yang mungkin dapat terjadi. Pria lebih memikirkan memikirkan
kesehatan tubunhnya. Serangan jantung dan kematian. Pada wanita juga memikirkan
ketakutan menjadi janda merupakan persoalan yang menjadi beban pikirannya
3.
Perkembangan
integritas
Integritas
paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang yang
setelah memelihara benda-benda produk-produk, ide-ide dan serta setelah
berhasil melakukan penyesuaian dengan berbagai keberhasilan dan kegagalan dalam
kehidupannya. Diusia diatas 65 tahun banyak menimbulkan masalah baru dalam
kehidupan seseorang. Meskipun masih banyak waktu luang yang dapat dinikmati
namun karena penurunan fisik atau penyakit yang melemahkan telah membatasi
kegiatan dan membuat orang merasa tak berdaya.
Hurlock, Elizabeth B.Istiwidayanti.1991.Psikologi perkembangan:Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan.Jakarta:Erlangga
Monks, F.J.1985.Psikologi Perkembangan:Pengantar dalam berbagai bagiannya.Yogyakarta:Gadjah mada University press
Desmita.2015.Psikologi perkembangan.Bandung:PT Remaja Rosda Karya
No comments:
Post a Comment