Sunday, October 6, 2019

Image result for perkembangan dewasa


PERKEMBANGAN MASA DEWASA MADYA DAN AKHIR


A.    Perkembangan dan proses menjadi tua
Sekarang sudah umum diakui bahwa suatu perkembangan tidak berhenti pada waktu orang mencapai kedewasaan fisik pada remaja atau kedewasaan sosial pada masa dewasa awal. Selama manusia berkembang terjadi perubahan-perubahan.
Perubahan tersebut terjadi pada fungsi biologis dan motoris, pengamatan dan berpikir, motif-motif dan kehidupan afeksi, hubungan sosial serta integritas masyarakat. Perubahan fisik yang menyebabkan seseorang berkurang harapan hidupnya disebut proses menjadi tua. Proses ini merupakan sebagian dari pada keseluruhan proses menjadi tua. Proses menjadi tua ini banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor kehidupan bersama dan faktor pribadi orang itu sendiri, yaitu regulasi diri sendiri.
Perkembangan dalam arti tumbuh, bertambah besar, mengalami deferensiasi, yaitu sebagai proses perubahan yang dinamis pada masa dewasa berjalan bersama dengan keadaan menjadi tua. Thomae (1968) berpendapat bahwa proses menjadi tua merupakan suatu struktur perubahan yang mengandung berbagai macam dimensi. Ia menyebutkan mengenai:
1) Proses biokemis dan fisiologis yang oleh Burger disebut “proses penuaan primer”, dalam daerah batas psikofisiologis
2) Proses fisiologis atau timbulnya penyakit-penyakit
3)  Perubahan fungsional-psikologis
4)  Perubahan kepribadian dalam arti sempit
5) Penstrukturan kembali dalam hal sosial psikologis yang berhubungan dengan bertambahnya usia
6) Perubahan yang berhubungan dengan kenyataan bahawa orang tidak hanya mengalami keadaan menjadi tua ini, melainkan bahwa seseorang juga mengambil keadaan menjadi tua ini, melainkan bahwa seseorang juga mengambil sikap terhadap keadaan tersebut
     Sebagian besar tugas perkembangan usia lanjut lebih banyak berkaitan dengan kehidupan pribadi seseorang daripada kehidupan orang lain.  Orangtua diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan, dan menurunnya kesehatan secara bertahap. Hal ini sering diartikan sebagai perbaikan dan perubahan peran yang pernah dilakukan di dalam maupun di luar rumah. Mereka jųga diharapkan untuk mencari kegiatan untuk mengganti tugas-tugas terdahulu yang menghabiskan sebagian besar waktu kala mereka masih muda.
Bagi beberapa orang berusia lanjut, kewajiban untuk menghadiri rapat yang menyangkut kegiatan sosial dan kewajiban sebagai warga negara sangat sulit dilakukan karena kesehatan dan pendapatan mereka menurun setelah pensiun. Akibatnya, mereka sering terpaksa mengundurkan diri dari kegiatan sosial. Akibat dari menurunnya tingkat kesehatan dan pendapatan, maka mereka perlu menjadwalkan dan menyusun kembali pola hidup yang sesuai dengan keadaan saat itu, yang sering sangat berbeda dengan apa yang dilakukan pada masa lalu.
Cepat atau lambat, sebagian besar orang berusia lanjut perlu mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan peristiwa kematian suami atau istri. Kejadian seperti ini jauh lebih mênjadi masalah bagi wanita dibanding pria. Kematian suami bagi wanita sering berarti berkurangnya pendapatan dan timbulnya bahaya karena hidup sendiri, sehingga perlu melakukan perubahan dalam aturan hidup.

B.     Fase-fase perkembangan pada usia dewasa
a.       Struktur dalam rentang kehidupan
Dalam masyarakat yang maju maka usia tidak merupakan standar tingkah laku terutama pada masa sesudah remaja. Namun fenomena “social clock” belum seluruhnya hilang. Masyarakat masih menaruh pengharapan tertentu mengenai tingkah laku yang sesuai untuk usia-usia tertentu. Pengharapan masyarakat ini internalisasikan oleh individu, dengan demikian masa seseorang yang diharapkan melakukan tugas tertentu dapat merasakan apakah ia telah melakukan pada waktu yang tepat atau pada waktu yang kurang tepat.
Menjadi nenek atau kakek pada usia 50 tahun dianggap tepat waktu, mempunyai cucu pertama pada usia 75 tahun dianggap “terlambat”. Diduga bahwa pengharapan masyarakat yang terlibat pada “sosial clock” tadi akan banyak berubah, misalnya menjadi kakek atau nenek pada usia diatas 50 tahun akan dianggap normal.
b.      Dua jenis teori pentahapan
a.       Erikson
Fase ketujuh meliputi bagian yang terpenting dalam hidup seseorang. Dalam fase ini orang bertanggung jawab terhadap generasi berikutnya. Ayah dan ibu bertanggung jawab akan pembinaan generasi muda. Sebaliknya generasi tua dalam hubungan timbal balik dengan generasi muda memperoleh pengalaman yang berguna bagi pengembangan dirinya sendiri. Fase menjadi orang tua merupakan fase produktif dan kreatif. Di samping mendidik generasi muda maka tingkah laku yang kreatif dalam mengembangkan kultur atau kebudayaan merupakan salah satu wujud generativitas, kemungkinan yang lain adalah stagnasi atau sikap terpaku dan berhenti disebabkan oleh sikap yang egosentris. Mereka yang berhasil dalam proses psikososial dalam fase ketujuh ini menurut Erikson akan betul-betul mampu untuk pengasuhan yang sungguh-sungguh berarti.
b.      Levinson
Levinson membedakan empat periode kehidupan yaitu:
1)      Masa anak dan masa remaja (0-22 tahun)
2)      Masa dewasa awal (17-45 tahun)
3)      Masa dewasa madya (40-65 tahun)
4)      Masa dewasa akhir (60 tahun ke atas)
Antara 17-22 tahun seseorang ada dalam dua  masa yaitu masa pra-dewasa dan memasuki masa dewasa awal. Periode pertama adalah periode pengenalan dengan dunia orang dewasa (22-28 tahun). Orang mengakui dirinya sendiri serta dunia yang ia masuki dan berusaha untuk membentuk struktur kehidupan yang stabil.
Dalam fase kemantapan (33-40 tahun) orang dengan keyakinan mantap menemukan tempatnya dalam masyarakat dan berusaha untuk memajukan karir sebaik-baiknya. Pada usia 40 tahun tercapailah masa kedewasaan.
Proses individuasi yang bermula pada kelahiran, dalam masa peralihan ini dibangunlah struktur kehidupan baru yang berlangsung sampai fase penghidupan yang berikutnya, yaitu permulaan dewasa madya (45-50 tahun). Fase berikutnya (50-55 tahun) seringkali merupakan krisis bila seseorang tidak sepenuhnya berhasil dalam penstrukturan kembali hidupnya pada peralihan ke dewasa madya. Sesudah itu datanglah masa puncak (55-60 tahun) yang sekaligus menandai masuk ke dalam masa dewasa akhir.

TUGAS PERKEMBANGAN


·         Perkembangan Fisik
1.      Kesehatan Badan
Pada masa tua atau masa dewasa akhir , sejumlah perubahan dalam fisik sebagai akibat dari proses penuaan. Diantara perubahan-perubahan fisik yang paling kentara pada masa tua ini terlihat perubahan seperti rambut menjadi jarang dan beruban, kulit mengering dan mongering, gigi hiang dan gusi menyusut , konfigurasi wajah yang berubah; tulang belakang menjadi bungkuk. Kekuatan dan ketangkasan fisik, tulang-tulang menjadi rapuh, mudah patah dan dapat diperbaiki kembali. System kekebalan tubuh melemah sehingga orang tua rentan terhadap berbagai penyakit seperti kanker dan radang paru-paru.
2.      Perkembangan Sensori
Perubahan –perubahan sensori fisik melibatkan indera penglihatan,indera pendengaran, indera perasa, indera pencium, dan indera peraba. Peruabahan dalam indera penglihatan pada masa dewasa akhir misalnya tampak berkurangnya ketajaman penglihatan dan melambatkan adaptasi terhadap perubahan cahaya. Biji mata menyusut dan lensanya menjadi kurang jernih, sehingga jumlah cahaya yang diperoleh retina berkurang. Retina orang usia 65 tahun hanya mampu menerima jumlah cahaya sepertiga dari jumlah cahaya yang diperoleh nya pada usia 20 tahun. Demikian juga dengan hal nya pendengaran, diperkirakan sekitar 75% dari usia 75-79 tahun mengalami berbagai jenis permasalahan pendengaran dan sekitar 15% populasi 65 tahun diatas mengalami ketulian. Sementara itu, penurunan juga terlihat pada kepekaan terhadap rasa dan bau. Dalam hal ini, kepekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan kepekaan terhadap rasa manis dan asin.
3.      Perkembangan Otak
Pada usia tua, sejumlah neuron , unit-unit sel dasar dari system saraf menghilang . menurut hasil sejumlah penelitian, kehilangan neuron itu diperkirakan mencapai 50% selama tahun-tahun masa dewasa. Tetapi penelitian lain memperkirakan kehilangan itu lebih sedikit. Bagaimanapun juga diperkirakan bahwa 5 hingga 10% dari neuron kita berhenti tumbuh sampai kita mencapai usia 70 tahun. Setelah itu, hilangnya neuron akan semakin cepat.

·         Perkembangan Kognitif
1.      Perkembangan Memori
Kemerosotan fungsi kognitif pada masa tua pada umumnya merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan, karena disebakan oleh berbagai factor seperti penyakit kekacauan otak (Alzheimer) atau karena kecemasan dan despresi. Akan tetapi, hal ini bukan berarti bahwa kemapuan kognitif tidak dapat di pertahankan dan di tingkatkan. Kunci untuk memelihara keterampilan kognitif terletak pada pemberian beberapa rangsangan intelektual. Oleh kerna itu, sebenarnya orang tua sangat membutuhkan suatu lingkungan perangsang dalam rangka mengasah dan memelihara keterampilan-keterampilan kognitif mereka serta mengantisipasi terjadinya kepikunan.

2.       Perkembangan Intelegensi
Studi thorndike menunjukan  bahwa kemunduran kemampuan intelektual pada orang dewasatidak disebabkan oleh factor usia melainkan factor-faktor lain. Tiga factor penyebab terjadinya kemunduran kemampuan belajar orang dewasa. Pertama, ketiadaan kapasitas dasar orang dewasa tidak akan memiliki kemampuan  bila belajar pada  usia muda juga tidak memliliki kemampuan belajar yang memadai. Kdua, terlampau lamanya tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang bersiat intelektual. Artinya orang-orang yang telah berhenti membaca bacaan-bacaan yang berat. Ketiga, factor budaya terutama cra-cara seseorang  memberikan sambutan seperti kebiasaan, cita-cita, sikap dan prasangka yang telah mengakar, sehingga setiap usaha yang untuk mempelajari cara sambutan yang baru akan mendapat tantangan yang kuat.

·         Perkembangan Psikososial
1.      Perkembangan Keintiman
Keintiman dapat diartikan sebagai kemampuan memperhatikn orang lain dan membagi pengalaman pada mereka. Menurut erikson, pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan utama yang dihadapi orang dewasa . pada masa dewasa ini orang-orang telah siap dan ingin menyatukan indentitasnya dengan orang lain. Mereka mendambakan hubungan-hubungan yang intim-akrab dilandasi rasa persaudaraan, serta siap mengembangkan daya-dayabyang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen-komitmen ini sekalipun mereka berkorban untuk itu.
2.      Perkembangan Generativitas
Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial yang dialami individu selama pertengahan masa dewasa. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan. Makan kepribadian akan mundur, mengalami pemiskinan dan stagnasi.orang yang berusia 40 tahun keatas secara mental juga mulai mempersiapkan diri untuk sewaktu-waktu menghadapi persoalan yang mungkin dapat terjadi. Pria lebih memikirkan memikirkan kesehatan tubunhnya. Serangan jantung dan kematian. Pada wanita juga memikirkan ketakutan menjadi janda merupakan persoalan yang menjadi beban pikirannya
3.      Perkembangan integritas
Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang yang setelah memelihara benda-benda produk-produk, ide-ide dan serta setelah berhasil melakukan penyesuaian dengan berbagai keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya. Diusia diatas 65 tahun banyak menimbulkan masalah baru dalam kehidupan seseorang. Meskipun masih banyak waktu luang yang dapat dinikmati namun karena penurunan fisik atau penyakit yang melemahkan telah membatasi kegiatan dan membuat orang merasa tak berdaya.

Hurlock, Elizabeth B.Istiwidayanti.1991.Psikologi perkembangan:Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan.Jakarta:Erlangga
Monks, F.J.1985.Psikologi Perkembangan:Pengantar dalam berbagai bagiannya.Yogyakarta:Gadjah mada University press
Desmita.2015.Psikologi perkembangan.Bandung:PT Remaja Rosda Karya

No comments:

Post a Comment